Ketua BKPM Percepat Proses Perizinan untuk Investasi

Jakarta, Obsessionnews - Kunjungi Kementerian Koordinator (Kemenko) Perkonomian, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani berharap dapat mempercepat masalah perizinan. Menurut dia, selama ini masalah perizinan masih saja menjadi kendala para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Dampaknya, rencana pemerintah untuk menggenjot investasi menjadi kurang lancar. "Kita juga berdiskusi tentang kecepatan proses yang selama ini memang bisa cukup lama prosesnya dan belum tentu pasti. Kita ingin lakukan revisi-revisi tentang itu," ujar dia saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (12/2/2015) Hingga saat ini, untuk sekedar mengantungi izin prinsip investasi dan pengajuan insentif saja para pengusaha harus melalui proses yang panjang dan melelahkan dengan rentang waktu antara enam bulan hingga satu tahun lebih. "Orang mengajukan katakanlah bulan pertama dengan pertimbangan enam bulan lagi ia akan membangun pabrik, tetapi persetujuannya baru selesai satu tahun atau satu setengah tahun, kan tentu menjadi tidak cepat," kata dia. Karena lamanya itu, beberapa investor yang yang tidak sabar terkadang memutuskan untuk membangunpabrik atau industrinya sebelum izin prinsip diterima sehingga menimbulkan masalah baru ketika izinnya ternyata tidak jadi turun. "Apalagi ada juga kasus sudah dibangun ternyata tidak disetujui, nah itu yang juga kita bahas tadi. Nah saya kira nanti mungkin akan ada pertemuan," ujar dia. Sebagai informasi, sesuai jadwal yang diterima Obsessionnews.com, sebenarnya Kepala BKPM mengunjungi Kemenko Perekonomian untuk mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) insentif keringanan pembayaran pajak (tax allowance). Namun rencana rapat tersebut dibatalkan karena sejumlah menteri terkait seperti Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti absen. Akhirnya Franky hanya berdiskusi empat mata dengan Menko Perekonomian Sofyan Djalil. "Ini rapatnya ga jadi loh," kata dia. (Kukuh Budiman)





























