Tiga Sesi 'Cicak vs Buaya' Serial Pertarungan Institusi Hukum

Tiga Sesi 'Cicak vs Buaya' CICAK vs BUAYA Session 1 (2009) SINOPSIS: KPK mendeteksi skandal suap pemilik Bank Century (Robert Tantular) kepada Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji Rp10 miliar untuk jasanya mencairkan rekening RT yang diblokir. Susno melawan dengan menggunakan institusi (Polri) untuk mengkriminalisasikan komisioner KPK (Bibit dan Chandra). Istana (SBY) yang khawatir kasus ini menjalar ke skandal rekayasa bailout Bank Century Rp6,7 triliun. Mula-mula membantu Susno, tapi kemudian berubah haluan. Akhir cerita, Susno Duadji menjadi korban. Dia masuk bui. Sedang kasus rekayasa bailout Bank Century mangkrak sampai sekarang. CICAK vs BUAYA Session 2 (2012) SINOPSIS: KPK mendeteksi korupsi besar di Mabes Polri, wabil khusus dalam pengadaan simulator SIM yang kala itu dipimpin Irjen Pol Djoko Susilo yang bukan mustahil merembet ke petinggi Polri lainnya, dan bisa juga tembus ke Istana. Reaksi pun muncul. Kompol Novel Baswedan, penyidik senior KPK dari kepolisian, koordinator penyidikan kasus ini dikriminalisasi lewat kasus saat Novel dinas di Bengkulu (2004). Akhir cerita, Jenderal Susilo masuk bui. Sejumlah rumah mewah untuk sejumlah istri mudanya disita negara. CICAK vs BUAYA Session 3 (2015) SINOPSIS: Akhir 2014 KPK menaikan status penyelidikan ke penyidikan skandal pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) yang diberikan (Presiden ke-5 RI) Megawati kepada sejumlah obligor BLBI. KPK mencium ada “kooperatif” yang berbeda dari perintah MPR. Lalu, hanya selang beberapa hari setelah Presiden Joko Widodo (yang diusung PDIP dan lain-lain) memilih Komjen Pol Budi Gunawan (bekas ajudan presiden Megawati) sebagai calon Kapolri, dan disepakati oleh DPR, Komisioner KPK Bambang Widjojanto ditangkap Bareskrim Mabes Polri, sedang tiga (3) komisioner KPK lainnya menunggu status “tersangka” atas pelanggaran/tindak pidana yang (hingga tulisan ini dibuat) belum diketahi publik. Karena CICAK vs BUAYA Session 3 masih berlangsung, belum ada yang masuk bui. Adhie M MassardiKoordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB)





























