Bersihkan Indonesia dari Oknum Perusak Negeri

Semarang – Demonstrasi kembali terjadi di Kota Semarang, Rabu (28/1/2015) pukul 11.30 waktu setempat. Aksi yang dimotori oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang melakukan unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Puluhan massa yang berasal dari berbagai universitas di Semarang menggunakan atribut dan melakukan Long March dari Masjid Baiturrahman menuju ke Jalan Pahlawan. Koordinator aksi, Rikyat Mubarok Hasan, menjelaskan aksi kali ini adalah sebagai bentuk aspirasi bahwa konflik yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian Republik Indonesia merupakan pengalihan isu semata. “Di tahun 2015 ini masih banyak kasus yang terjadi di balik adanya konflik horizontal tersebut. Di antaranya Freeport yang akan disahkan, ancaman kapitalis asing dan berbagai kesepakatan pemerintah Indonesia dengan asing yang mana bertolak belakang dengan janji-janji Presiden Jokowi terhadap penanaman modal asing di negeri ini,” ujarnya kepada obsessionnews.com. [caption id="attachment_20647" align="alignnone" width="300"]
Rikyat Mubarok Hasan, koordinator aksi unjuk rasa[/caption] Para mahasiswa merasa masyarakat sedang dialihkan pandangannya terhadap kasus-kasus besar yang belum dituntaskan oleh pemerintah. Para elit pemerintahan hanya membiarkan permasalahan tersebut melalui isu-isu yang dihembuskan tentang Polri dan KPK. “Kenapa hal itu kok dibiarkan saja? Selama ini kita hanya diberitakan kisruh antara KPK dengan Polri. Sampai-sampai masyarakat saling berebut untuk membela salah satu pihak,” tuturnya di sela-sela aksi demonstrasi. Massa mencoba menyadarkan masyarakat tentang permasalahan yang masih terjadi di Indonesia. Mereka ingin agar masyarakat tidak hanya terpaku pada satu isu yang beredar, sedangkan banyak kesepakatan antara pemerintah dengan pihak asing yang terjadi di belakang konflik KPK dan Polri. “Kami ingin mencoba menyadarkan masyarakat, bahwa sebenarnya banyak kasus besar yang sedang terjadi di belakang layar,” kata Rikyat. Mereka menghimbau agar masyarakat tidak saling bermusuhan dengan membela salah satu pihak di permasalahan antara KPK dengan Polri ini. Demonstrasi yang bertema “Bersihkan Indonesia dari Oknum Perusak Negeri” ini diwarnai dengan aksi teatrikal berupa bersih-bersih jalan yang mana merupakan simbolisasi agar Pemerintah mau menindak tegas para oknum yang menunggangi instansi pemerintahan. Massa juga melakukan aksi cap tangan ke atas spanduk yang kemudian diserahkan kepada Rani, Humas Pemkot Semarang sebagai perwakilan Pemkot Semarang. Para demonstran menyuarakan aspirasi mereka agar Presiden Jokowi dengan tegas melakukan tindakan terhadap kedua instansi apabila memang ada anggota dari tubuh lembaga-lembaga tersebut yang bersalah. Mereka juga menuntut agar pemerintah berhenti melakukan pencitraan dan membersihkan instansi negara dari berbagai kepentingan pribadi maupun golongan partai. “Kami juga menuntut agar Presiden Jokowi menyingkirkan para oknum perusak negeri yang mana menunggangi pemerintahan dan membawa kepentingan pribadi maupun golongan partai,” ujar Rikyat. Aksi massa ditutup doa bersama oleh demonstran dan berakhir dengan damai. (Yusuf Isyrin Hanggara)
Rikyat Mubarok Hasan, koordinator aksi unjuk rasa[/caption] Para mahasiswa merasa masyarakat sedang dialihkan pandangannya terhadap kasus-kasus besar yang belum dituntaskan oleh pemerintah. Para elit pemerintahan hanya membiarkan permasalahan tersebut melalui isu-isu yang dihembuskan tentang Polri dan KPK. “Kenapa hal itu kok dibiarkan saja? Selama ini kita hanya diberitakan kisruh antara KPK dengan Polri. Sampai-sampai masyarakat saling berebut untuk membela salah satu pihak,” tuturnya di sela-sela aksi demonstrasi. Massa mencoba menyadarkan masyarakat tentang permasalahan yang masih terjadi di Indonesia. Mereka ingin agar masyarakat tidak hanya terpaku pada satu isu yang beredar, sedangkan banyak kesepakatan antara pemerintah dengan pihak asing yang terjadi di belakang konflik KPK dan Polri. “Kami ingin mencoba menyadarkan masyarakat, bahwa sebenarnya banyak kasus besar yang sedang terjadi di belakang layar,” kata Rikyat. Mereka menghimbau agar masyarakat tidak saling bermusuhan dengan membela salah satu pihak di permasalahan antara KPK dengan Polri ini. Demonstrasi yang bertema “Bersihkan Indonesia dari Oknum Perusak Negeri” ini diwarnai dengan aksi teatrikal berupa bersih-bersih jalan yang mana merupakan simbolisasi agar Pemerintah mau menindak tegas para oknum yang menunggangi instansi pemerintahan. Massa juga melakukan aksi cap tangan ke atas spanduk yang kemudian diserahkan kepada Rani, Humas Pemkot Semarang sebagai perwakilan Pemkot Semarang. Para demonstran menyuarakan aspirasi mereka agar Presiden Jokowi dengan tegas melakukan tindakan terhadap kedua instansi apabila memang ada anggota dari tubuh lembaga-lembaga tersebut yang bersalah. Mereka juga menuntut agar pemerintah berhenti melakukan pencitraan dan membersihkan instansi negara dari berbagai kepentingan pribadi maupun golongan partai. “Kami juga menuntut agar Presiden Jokowi menyingkirkan para oknum perusak negeri yang mana menunggangi pemerintahan dan membawa kepentingan pribadi maupun golongan partai,” ujar Rikyat. Aksi massa ditutup doa bersama oleh demonstran dan berakhir dengan damai. (Yusuf Isyrin Hanggara)




























