Cegah Uang Beterbangan pada Kongres III Partai Demokrat

Denpasar - Belajar dari Kongres II Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat, Mei 2010, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Bali memiliki masukan untuk mencegah kecurangan yang terjadi menjelang Kongres III Partai Demokrat tahun 2015. Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta mengatakan harus ada langkah nyata untuk mencegah kecurangan, termasuk mengantisipasi uang yang beterbangan kepada pemilik suara dalam Kongres. "Saya yakin ada uang beterbangan, dan saya yakin pula kader Demokrat tidak akan silau dengan uang yang dijanjikan," katanya kepada Obsessionnews.com di Badung, Sabtu (24/1/2015) Mudarta yang selama ini dikenal sebagai loyalis Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengatakan, kemungkinan kecurangan ataupun beredarnya uang untuk membeli suara tidak akan terjadi, bila SBY menjadi calon tunggal Ketua Umum. "Kalau SBY jadi calon tunggal, nggak mungkin ada uang yang terbang ke sana kemari untuk membeli suara. Tapi kita lihat nanti saat Kongres. Kan pak SBY juga belum menentukan sikap akan maju kembali atau tidak," katanya. Bali Kandidat Tuan Rumah Sementara itu, Bali dan Bogor selama ini dianggap sebagai daerah yang memiliki kans kuat sebagai tuan rumah Kongres III Partai Demokrat. I Made Mudarta mengaku akan siap bila didaulat sebagai tuan rumah Kongres. “Kita prinsipnya siap menjadi tuan rumah," katanya. Mudarta menambahkan, secara sarana prasarana Bali dianggap paling ideal, terlebih selama ini berbagai event internasional termasuk Munas Partai Golkar berlangsung aman di Pulau Dewata. Lalu apa yang dipersiapkan DPD Partai Demokrat Bali, bila benar Bali ditunjuk sebagai tuan rumah? I Made Mudarta mengatakan, akan melakukan koordinasi internal dan juga dengan pihak terkait seperti polisi dan pecalang. Pelibatan polisi dan pecalang menurutnya untuk menjaga keamanan, sekaligus menyeleksi kendaraan yang masuk ke lokasi. Namun ia menolak seleksi kendaraan dilakukan untuk mencegah masuknya mobil boks pengangkut uang, seperti yang terjadi di Kongres II di Bandung tahun 2010 lalu. "Bukan, bukan. Seleksi dilakukan lebih pada upaya pencegahan berbagai kemungkinan adanya gangguan keamanan," ungkapnya. Meskipun demikian, Mudarta belum tahu secara pasti keputusan lokasi kongres oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat. Akan tetapi, jika benar Bali dijadikan sebagai tuan rumah, Mudarta akan kembali menjadikan Inna Grand Bali Beach sebagai lokasi utama Kongres ketiga. "Alasannya karena lokasi itu murah meriah. Kami kan suka yang sederhana, yang penting tidak mengurangi makna dan taksu dari kongres," kata Mudarta. (DQOETOMO)





























