Inilah Pesan Moral Untuk Para Pembela Koruptor!

Jakarta - Gonjang ganjing penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Barsekrim Polri menyusul ditetapkannya tersangka Calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK, memicu pro kontra publik. Apalagi, kini beredar SMS (pesan singkat) kalau pimpinan KPK lainnya bakal ditangkap. Bahkan, pada Sabtu (24/1) kemarin, ada pihak yang melaporkan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja ke Bareskrim Polri, atas tuduhan merampok saham milik PT Daisy Timber. Ketua KPK Abraham Samad pun kini juga terancam diperkarakan setelah adanya testimoni dari pimpinan Partai politik tersentu. Dugaan akan adanya kriminalisasi terhadap pimpinan KPK wajar. Pasalnya, mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang dulu keras dan tegas dalam pemberantasan korupsi, akhirnya harus masuk terali besi. Diduda ada rekayasa kriminalisasi terhadap dirinya dengan SMS “palsu” yang seakan dia otak pelaku pembunuhan terhadap bos PT Nasrudin Zulakarnaen. Wajar jika hingga kini Antasari tidak mau mengakui kalau dirinya sebagai otak pembunuhan tersebut Nasrudin Zulkarnaen, dengan mengirim SMS melalui handphone (HP) kepada si pembunuh. Sebab apa? Ternyata, SMS dari nomor seseorang bisa direkayasa melalui komputer (internet) seolah-olah dia pengirimnya. “Kasus Antasari Azhar pengiriman SMS-nya yang sekan-akan dari nomor HP dia itu caranya dari internet dengan mengetik nomor HP Antasari lalu mengetik kalimatnya dan dikirim ke nomor yang dituju. Makanya Antasari tidak merasa melakukan SMS tetapi ada bukti dari KPK dari nomor Antasari,” ungkap sumber pihak IT intelijen, kepada Obsession News, beberapa waktu lalu. Ternyata, ada sebuah malware tercanggih bernama Regin yang sudah memata-matai pengguna komputer sejak 2008. Regin bisa mencuri password dan bahkan mampu menembus jaringan operator seluler, untuk mengirim SMS palsu yang mendiskreditkan pemilik nomor tertentu. Regin bisa digunakan untuk mendiskreditkan pelanggan operator seluler dengan membuat SMS palsu yang datanya terekam oleh sistem. (Baca juga Awas, Ada Malware Canggih yang Mematai-matai Anda sejak 2008) Oleh karena itu, Wakil Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Tri Sasono, meminta gerakan moral para pihak anti korupsi untuk ikut memberikan dukungan terhadap KPK dalam perang melawan para koruptor. Oleh karena itu, Tri Sasono menyampaikan pesan moral untuk para pembela koruptor, yang dikirimkan kepada redaksi pada Minggu (25/1/2015) pagi dini hari. Berikut ini pesan moral dia untuk para pembela koruptor: Apapun kata elit politik/LSM yang diduga dibayar untuk membela para koruptor dan pemilik rekening gendut di bank dengan tidak jelas dan haram yang hari ini mencoba menghancurkan KPK. Cobalah kalian sadar.KPK sekalipun katanya ditunggangin kepentingan politik tetapi apakah KPK pernah memenjarakan nenek yang hnya mencuri bibit pohon kapas, apakah KPK pernah memenjarakan petani miskin yang hanya mencuri 1 buah semangka , apakah KPK pernah menahan dan memenjarakan buruh yang menuntut haknya. Apakah KPK pernah menahan atau memenjarakan buruh yang mengambil sandal bolong?Insyaflah kalian membela para koruptor dan pemilik rekening gendut yang disinyalir sudah menciptakan kekuasaan sekarang. Coba kalian ingat pernah tidak keluarga kalian atau kawan kalian atau tetangga kalian yang diduga dikriminalisasi dan diperas oleh oknum polisi atas nama KUHAP.Nah, cobalah kalian sadar ya, sekalipun KPK dipimpin oleh bukan orang yang bersih-bersih amat, tapi mereka menangkap dan memenjarakan koruptor yang kaya!Kini, bahkan pihak Polri dan KPK sibuk berantem, para koruptor ketawa riang dan bersorak gembira ria!! (Asma)





























