Sosok BW di Mata Warga: "Jadi Pejabat, Ikut Kerja Bakti di Kampung"

Depok - Tak disangka kalau Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) ditangkap polisi, menyusul langkah KPK yang menetapkan Calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka kasus gratifikasi rekening gendut. BW dituduh memberi kesaksian palsu dalam perkara sengketa Pilkada tahun 2010 Kotawaringin Barat di sidang MK. Namun di mata warga, sosok BW yang dikenal memiliki sikap tegas dalam pemberantasan korupsi ini, juga berperilaku bagus di lingkungan keluarga dan warga sekitar rumahnya, kawasan Depok. Ia dikenal sebagai sosok yang bermasyarakat dan ramah. "Dia sosok yang baik di mata masyarakat, dia juga bagus bergaulnya dengan masyarakat di sini. Keluarganya juga bagus," ungkap Syarifuddin, Ketua RT06/RW 28 Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, kepada Obsessionnews.com, pasca penangkapan BW oleh pihak Bareskrim Polri, Jumat pagi (23/1/2015). Namun Ketua RT ini di tempat kediaman BW ini menyayangkan tindakan polisi yang menangkap BW di jalanan. "Cuman saya sayangkan kenapa ditangkap di jalanan pada saat dia ngantar anaknya. Padahal dia kan pejabat Negara, anggota KPK bagaimana dengan pandangan orang, kan tidak bagus," keluhnya. "Seharusnya BW ini ditangkap di rumahnya, kan keluarga juga tidak was-was atau bagaimana," sesal pak RT. Ketua RT ini juga berharap persoalan yang dihadapi BW tidak diperpanjang, apalagi dikait-kaitkan dengan politik. "Harapan saya mengenai persoalan ini tidak diperpanjang kasusnya. Saya kira kasus tahun 2010 itu sudah kelar sesuai saya lihat di TV mengenai kasus sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di sidang MK tahun 2010 pada saat itu BW masih penasihat hukum," tuturnya. "Tapi saya berharap pula muda-mudahan tidak ada masalah, Abraham Samad saja persoalannya dikait-kaitkan dengan PDIP dan keluarganya kan," paparnya. “Kalau saya orang awam, sangat disayangkan karena anggapan orang macam-macam. Kalau diambil di rumah kan istrinya tidak sok, kan. Tapi kalau (ditangkap) di jalanan, kan itu jadi sindiran. Semestinya di rumahnya. Kecuali kalau penjahat dikejar ketahuan ditangkap kemudian kabur itu penangkapan di jalanan itu sah-sah saja,” beber Syarifuddin. Ia juga menerangkan, selain BW rajin bermasyarakat di kampungnya tersebut, Wakil Ketua KPK ini bahkan sering juga ikut kerja bakti. "Kadang kumpul kalau bulan puasa, ada bingkisan pada keluarga yang kurang mampu, bantuan-bantuan di masjid buat kamar mandi mesjid dan sebagainya," ujar pak RT memaparkan sikap merakyatnya BW. "Waktu menjadi wakil ketua KPK tidak ada cacatnya kok, karena dia tidak menceritakan urusan-urusan hukum itu pada kita. Kalau ngobrol itu biasa," belanya kembali mengisahkan sikap rendah hatinya BW. Bagaimana dengan sosok istri BW di mata warga? "Persoalan agama pokoknya baik, istrinya juga baik. Kalau saya sakit kemarin, dia datang jenguk. Hadir juga ke undangan-undangan. Hidupnya biasa-biasa saja, makan juga sama," jawab Pak RT di kampungnya BW ini. Bagaimana sosok anak-anak BW di mata bapak? "Anak-anaknya juga bagus kok, tapi kan namanya juga anak sibuk dengan belajar, kan belajar agama," jawabnya pula. Di rumah BW ada pengajian rutin, apa betul itu Pak? "Iya ada pengajian, betul ada ibu-ibu PKK. Ada juga arisan-arisan yang mereka lakukan. Ada pengajian yasinan, juga ada kelompok-kelompoknya. Di tingkat warga di sini beliau (BW) bergaul, di tingkat orang-orang di atas bergaulnya lain lagi,” ungkap pak RT lagi. Babagaimana tanggapan bapak dengan penangkapan BW? “Saya pikir ini resiko sebagai pemberantas korupsi, banyak orang yang tidak senang. Dan saya pikir korupsi itu setingkat dengan narkoba, teroris dan korupsi itu,” jawab Syarifuddin tegas. Bagaimana tanggapan Bapak tehadap hukum Indonesia? “Kalau ke depan pantasnya dihukum mati saja korupsi, tapi dengan penegakan hukum yang baik bukan tendensi politik. Menurut saya, hukum di Indonesia tidak positif. Padahal, dalam Islam itu menyatakan siapa yang mengambil barang orang lain kalau pencuri dipotong tangannya dan hukum Islam itu sangat positif yang harus ditegakkan,” tegasnya. Apa harapannya terhadap hukum Indonesia? “Saya berharap hukum di Indonesia itu dipertegas. Jangan hukum yang tabrak motor 9 tahun penjara, yang korupsi hanya 5 tahun, korupsi juga harus dihukum lebih dari itu. Intinya, saya juga tidak suka korupsi dan muda-mudahan urusan BW itu dipercepat,” harapnya. Sepantasnya BW ditangkap seperti apa? "Maunya saya itu, BW ditangkapnya di rumah. Suratnya (penagkapan oleh polisi) tadi sudah ngambil, saya lihat di TV. Seharusnya polisi ini koordinasi dengan RT/RW, ngomong saya ada urusan mau ajak beliau ke sana ke Bareskrim. Itu kan lebih bagus,” tutur pak RT. Penuturan senada dibenarkan pula oleh warga setempat bahwa BW bagian dari masyarakat yang baik. "Dia juga baik pada warga sini, bagus komunikasi dengan masyarakat sini, dia juga sering joging pagi di sini. Sering juga menyumbang di mesjid,” tandas Abu Jahar, warga di kampung BW kepada Obsession News. (Asm





























