Banyak Keunikan, Wisatawan Pilih Liburan di Pantai Sawarna

Banyak Keunikan, Wisatawan Pilih Liburan di Pantai Sawarna
Lebak- Meskipun malam pergantian tahun baru telah usai, bagi sebagian pengunjung tetap memadati area Pantai Sawarna di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Maklum, pantai yang menyimpan keunikan ini mulai dilirik para pelancong dari berbagai daerah. Wisatawan umumnya berdatangan demi menghabiskan masa liburan yang menyisakan waktu dua hari lagi. Contohnya Ferry Hardiasyah dan keluarganya yang rela jauh-jauh dari Bandung mengunjungi pantai Sawarna. “Sebelum mulai masuk kerja saya menyempatkan berkunjung ke Sawarna. Ini baru pertama kali saya ke sini. Awalnya penasaran karena kabarnya pantai ini unik,” terang pria yang berprofesi wirausahawan itu. Berdasarkan pantauan Obsessionnews.com  beberapa waktu lalu  siang pantai ini tidak ada sepi-sepinya. Terlihat ribuan pengunjung masih memadati pantai yang terletak di Banten Selatan ini. Hal ini lantaran para pengunjung disajikan berbagai pilihan wisata, yakni pantai Pasir Putih (Pasput), Tanjunglayar, Goa Langir, Goa Lalay, Goa Kanekes dan Karang Bokor. Tidak hanya itu, memasuki beberapa kawasan pantai seperti Legon Pari dan Tanjunglayar, wisatawan harus melewati jembatan gantung yang melintasi Sungai Cisawarna. Sehingga bagi sebagian pengunjung menjadi daya tarik dan menjadi tantangan tersendiri. [caption id="attachment_19931" align="alignnone" width="300"]Jembatan gantung yang melintasi Sungai Cisawarna menjadi daya tarik bagi wisatawan Jembatan gantung yang melintasi Sungai Cisawarna menjadi daya tarik bagi wisatawan[/caption] Erwin, tokoh masyarakat Desa Sawarna, mengatakan, dalam tiga tahun terakhir Pantai Sawarna dikunjungi dikunjungi banyak wisatawan dari Bandung, Jakarta, dan Bogor. Bahkan juga tidak sedikit wisatawan dari mancanegara. “Sebelumnya Pantai Sawarna tidak seramai sekarang. Pengunjungnya hanya dari Lebak dan sekitarnya. Karena memiliki keunikan, pantai ini mulai dikenal dan banyak diminiti wisatawan,” jelasnya. Walaupun bukan pada musim libur seperti sekarang, lanjut Erwin, setiap Minggu sekitar 5 ribu wisatawan ditaksir berkunjung ke Pantai Sawarna. “Kebetulan sekarang musim libur sehingga membludak. Bahkan berdasarkan laporan penginapan di daerah Sawarna sudah penuh, sehingga yang tidak kebagian terpaksa harus bermalam di tenda,” tutur pria berusia 45 tahun ini. (SAL)