Semen Indonesia Ingin Tumbuh Hingga 7 Persen

Diangkat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), Suparni langsung memproyeksikan penjualan semen ditahun ini tumbuh hingga 7 persen. “Kita harapkan penjualan tahun ini dapat tumbuh 6 hingga7 persen. Kita akan jalankan program,” kata dia di Balai Kartini Jakarta, Jumat,( 23/1/2015). Menurut dia, dengan adanya kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga jual semen sekira Rp3.000 per sak justru akan meningkatkan penjualan semen sepanjang 2015 ini. “Harapannya penjualan kita meningkat saat musim hujan seperti ini, yang biasanya turun. Kita harapkan proyek berjalan terus sehingga demand meningkat,” kata dia. Meski demikian pihaknya tidak memungkiri jika perseroan memiliki tantangan yang cukup berat. “Kita punya RKP yang tantangannya cukup berat dan cukup berbobot untuk dicapai,” terang dia. Untuk itu pihaknya mengaku akan menyiapkan strategi bisnis perseroan yang lebih progresif. Salah satunya dengan melakukan ekspansi di wilayah domestik dan regional dibeberapa negata ASEAN seperti Vietnam. “Termasuk yang di Vietnam itu nanti bisa disenergikan perusahaan yang di sana dengan operasional yang ada di perusahaan domestik,” ujar dia. Namun sayangnya ia enggan menyebutkan berapa besaran biaya ekspansi ke negara tersebut karena saat ini masih dalam proses pengkajian tahap awal. Selain berencana melakukan ekspansi ke luar negeri, Suparni juga tidak melupakan pasar domestik yang menurutnya masih cukup potensial. “Utama tetap pengembangan di dalam negeri. Karena pasarnya masih sangat besar,” terang dia. Dikatakan, saat ini ekspansi tingkat domestik sedang dilaksanakan di beberapa wilayah seperti di Rembang Jawa Tengah dan Indarung Sumatera Barat. “Ekspansi domestik sedang berjalan, jika ditotal dari kedua pabrik tersebut nilainya hampir Rp9 Triliun,” tambah dia. Hingga akhir Desember kemarin, progress pembangunan kedua pabrik tersebut baru mencapai 17 persen saja. Jika tidak ada kendala, kedua pabrik tersebut baru akan selesai pada akhir 2016. Sebagai informasi, Semen Indonesia merupakan anak perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi Holding Company dari PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa dan Thang Long Cement Vietnam. (Kukuh Budiman)





























