Ridwan Kamil Luncurkan Inovasi Baru Layanan Publik

Bandung - Pemerintah Kota Bandung meluncurkan inovasi baru dalam memberikan layanan publik. Inovasi itu yakni Bandung Command Center (BCC) yang merupakan bagian dari konsep Smart City. "Bandung Command Centre merupakan penggunaan teknologi untuk mengetahui permasalahan informasi dan keputusan lebih cepat mengenai lalu lintas dan masalah emergency," kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, di Ruangan BCC, Balai Kota Bandung, Jumat (23/1/2015). Emil menyatakan, konsep BCC merupakan sistem pelayanan publik menggunakan teknologi canggih pertama di Indonesia. "Sebetulnya Surabaya sudah lebih dulu memakai sistem ini tapi kalo untuk standar internasional saya kira baru Bandung," katanya. Emil menjelaskan, BCC tersebut masih dalam tahap awal yang akan sempurna dalam 3 tahapan. Tahap pertama, fokus pada masalah lalu lintas dan emergency. Kemudian tahap kedua, mewajibkan Satuan Kerja Pemerintah Daerah menggunakan smart city, selanjutnya tahap ketiga adalah finishing. "Harapannya mudah-mudahan di akhir tahun 2016 sistem di Bandung itu sempurna secara teknologi," ujarnya. Adapun untuk sumber daya manusia yang akan mengoprasikan BCC ini, Emil akan menyeleksi 15 orang yang sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan. "Selain itu kami pun akan berkoordinasi dengan kepolisian Resort Kota Bandung, dan menempatkan satu orang polisi yang akan dijadikan sebagai operator," ujarnya. Tahap awal ini, BCC sudah memasang 80 kamera CCTV, namun akibat kendala listrik dilapangan baru 20 kamera saja yang terkoneksi."Idealnya ratusan sampai ribuan kamera CCTV suatu hari nanti," katanya. Kepala Bidang Telematika, Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung, Sri Dian Dini menyatakan dalam menyelesaikan proyek BCC tersebut memhabiskan dana sebesar 27 Milyar. Diantaranya biaya Software yang menghabiskan dana sebesar 15 milyar, Display sebesar 3,9 milyar, CCTV sebesar 3 milyar dan untuk Dual Monitor sebesar 1 milyar. "Kenapa mahal, karena secara kemampuan alat-alat itu akan dipakai terus menerus selama 24 jam satu hari satu malam," ujar Dini. (Aminudin)





























