TNI AL Tangkap Kapal Vietnam Saat Curi Ikan di Merauke

TNI AL Tangkap Kapal Vietnam Saat Curi Ikan di Merauke
Surabaya - Pangkalan AL Merauke menangkap satu buah kapal asal Vietnam berbendera Panama di Perairan Merauke, Senin (19/1). Kapal itu mencari ikan di perairan itu tanpa izin. Dihari yang sama, kapal MV Thanh Chong 99612 dengan bobot 330 gross tonnage (GT) juga ditangkap Satuan Polair Polres Raja Ampat, sekira pukul 10.00 WIT. Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, MV Haipon dengan bobot 482 gross tonnage (GT) membawa iklan lebih dari 800 ton. Kapal berikut nahkoda dan awak buah kapal (ABK) kini telah diamankan di Pangkalan Utama TNI AL IX Halong Ambon. “Mereka mengaku kapal itu hanya untuk menampung ikan dari kapal yang melakukan illegal fishing,” jelasnya dihubungi Obsessionnews.com  Kamis (22/1). Mayjen Fuad Basya menambahkan, ratusan ton ikan hasil illegal fishing tersebut kini dalam proses lelang agar tidak rusak. Sembari, pihaknya terus melakukan penyidikan kasus tersebut. “Hasil lelang tersebut akan masuk ke kas negara,” tambahnya. Informasi yang dihimpun DUTA, kedua kapal asal Vietnam tersebut, yakni MV Thanh Chong  dan MV Haipon tercatat sebagai kapal cargo saat sandar di Pelabuhan Tanjung Perak pada 2012, 2013, dan 2014. Setelah proses penyidikan usai, lanjut Mayjen Fuad Basya, pihaknya akan membawa kedua kapal tersebut ke Pelabuhan Tanjung Perak. “Kemungkinan begitu yang selanjutnya akan dimusnahkan atau diserahkan negara,” ungkap Mayjen Fuad Basya. Sementara itu, KASAL Laksamana Madya Ade Supandi mengatkana, pihaknya masih mendapatkan laporan tersebut. Pasalnya, padatnya kegiatan di TNI AL. "Saya belum dapat info lengkapnya, karena mendampingi Pangarmatim," katanya ditemui di PT PAL Indonesia, Kamis (22/1). Untuk diketahui, jajaran Polda Papua Barat menangkap kapal asal Vietnam di Perairan Raja Ampat. Kapal tanpa izin itu menangkap ikan dengan menggunakan jaring trol. Saat digeledah, polisi menemukan dua ton ikan hiu basah dan kering. Kini, kapal berada di Kota Sorong. Nahkoda berinisial NAM dengan 11 awaknya tengah menjalani pemeriksaan di Sorong.  (GA Semeru)