Ini Pengakuan Sopi Tabrakan Maut di Pondok Indah

Jakarta - Tabrakan maut yang terjadi selasa (20/1) malam di Jl Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan antara mobil Mitsubishi Outlander Sport bernomor plat B 1658 PJE warna putih dengan beberapa motor dan mobil merengut empat nyawa. Saat ini, polisi telah mendalami kasus tersebut dengan menyidiki Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan turut juga supir keluarga M. Ali, Sandi (40), yang saat itu bersama pelaku sebelum tabrakan terjadi. Saat menceritakan kronologi kejadian tersebut kepada awak media dan polisi, Sandi mengatakan dia disuruh majikannya M.Ali untuk mengantar pelaku yang bernama Christopher Daniel Sjarief (23 tahun) balik ke Pondok Indah. "Ali awalnya minta turun di Mayestik usai menonton dari dengan Christoper di Pacipic Place. Kemudian saya diminta mengantarkan pelaku ke Pondok Indah," ujar Sandi di TKP, Jl Sultan Iskandar Muda, Arteri Pondok Indah, Rabu (21/1/2015). Dalam perjalanan, Sandi mengaku, tidak ada percecokan dengan Christoper. Namun, saat Ali menelepon Sandi, pelaku mengamuk seketika. "Saya mendapat telepon dari Ali tapi kemudian pas mau angkat telepon, hp saya diambil oleh Christoper langsung dibuang. Saya hanya dengar dia bilang percaya sama saya Pak," tuturnya. Tak hanya dilempar handphonenya, Sandi juga mengaku dicekik dari belakang oleh Christopher. Sandy berusaha melepaskan diri dari cekikan dan keluar. "Setelah saya bebas keluar dari mobil, langsung saya cari handphone saya, mana gitu, saya mau telepon Ali bilang mobil dibawa kabur," tegasnya. Setelah handphone ditemukan, Sandi mendengar bunyi dentuman di tempat TKP Pertama yaitu dekat Gandaria City dan melihat dibawah mobil ada percikan api yang diduga karena ada motor yang berada dibawah mobil. "Mungkin percikannya karena ada motor yang keseret. Saya berhasil telepon Ali bilang mobil dibawa lari," pungkasnya. Sementara itu, Ariya (23) salah satu saksi mata di TKP kedua (Dekat Komplek Kostrad) saat tabrakan maut itu terjadi mengatakan, dirinya sedang menjaga warung miliknya yang letaknya pas di pinggir jalan tempat dimana kecelakaan maut tersebut terjadi. Dia mengatakan, awalnya mobil putih (Mitsubishi Outlander Sport) melaju sangat kencang dari arah TKP pertama dan menabrak motor dan mobil yang tepat berada didepannya, sehingga mobil-mobil tersebut berubah posisi sampai 180 derajat dan menyapu motor yang berada di sekitarnya. "Mobil putih dari arah sana kencang banget, terus nabrak pembatas bas way, lalu menabrak mobil kol bak, terus nabrak motor dan Avanza, dua mobil itu sampe muter balik," ujar Ariya kepada Obsessionnews.com di TKP kedua, Alteri Pondok Indah. Tidak hanya itu, lanjut dia, mobil putih tersebut setelah menabrak berusaha tancap gas dan mencoba untuk melarikan diri. Sementara posisi motor di jalur Bus way tepat dibelakang mobil Avanza. Namun, aksi tersebut dapat digagalkan oleh warga. "Mobil putih itu berusaha tanyap gas, berusaha untuk kabur, tapi keburu di pegat sama pengendara motor lainnya," jelasnya. Tidak hanya disitu, kata Ariya pelaku (Christoper) sempat melakukan perlawanan saat keluar dari mobil yang dikendarainya."Saat turun mobil, dia sempet melawan seperti ingin menantang berantem, langsung lari dia. Terus dikejar sama security MG," pungkasnya. Untuk di ketahui, empat korban tewas tersebut masing-masing adalah Wahyu Anggoro, warga Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Selanjutnya adalah Mahyudi Herman, sedangkan korban tewas ketiga adalah Mustofa, warga Pondok Bambu. Sedangkan korban terakhir adalah seorang polisi berpangkat Aiptu bernama Batangonang. Kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa (20/1) malam. Saat itu pengendara mobil Mitsubishi Outlander memacu kendaraanya dengan kecepatan cukup tinggi dan menabrak satu sepeda motor di dekat mal Gandaria City. Bukannya berhenti, pengemudi mobil justru kembali melaku kendaraanya hingga menyebabkan tabrakan kedua di sekitar 500 meter dari lokasi kejadian pertama. Kembali tancap gas, mobil tersebut justru kembali menabrak mobil dan motor di dekat Halte Transjakarta Tanah Kusir-Kodim. Di lokasi ini pengemudi akhirnya diamankan warga sekitar. (Pur)





























