Harga BBM Turun, Angkot Ogah Turunkan Tarif di Sumsel

Palembang - Meski pemerintah Presiden Jokowi telah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), namun ternyata tetap saja sejumlah sopir angkutan kota di Palembang tidak mau menurunkan ongkos tarif angkutannya. Untuk membahas persoalan tersebut, Organisasi Angkutan Darat Sumsel (Organda Sumsel) mengadakan rapat pada Rabu (21/1/2015), membahas tentang penetapan harga tarif angkutan kota yang ada di Palembang. "Kami dari pihak Organisasi Angkutan Darat Sumsel (Organda Sumsel) Akan mengumumkan surat edaran dari Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan. Mengenai penyesuaian tarif angkutan umum kelas ekonomi dalam kota. Kepada semua masyarakat yang ada di kota Palembang" kata Ketua Organda Sumsel, Zulfikri Aminudin usai rapat di kantor Dinas Perhubungan Daerah Sumsel.
Rapat dihadiri H. Sudirman HM Kepala Bidang LLAJ dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, dan sejumlah instansi terkait seperti Organda Sumsel, Lemhannas Biro Ekonomi, Perusahaan Otobus Damri dan Trans Musi, Polresta Kota Palembang, Dinas Perhubungan kota Palembang. "Kita sudah sepakat bahwa sesuai dengan surat edaran menteri perhubungan RI . Untuk tarif Angkutan Kota Dalam Provinsi itu turun. Yang mengunakan Bahan Bakar Minyak Solar. Solar sekarangkan harganya Rp6.400. Jadi harga BBM kita sudah di turunkan oleh pemerintah. Dulu kita tetapkan harga BBM 15% untuk wilayah Sumatera Selatan. Sekarang kita tetap turunkan sebesar 5% sesuai dengan surat edaran Menteri Perhubungan," jelas Sudirman HM usai rapat. "Jadi, kalau kita perhatikan di sini. Memang turunnya tidak signifikan. Hanya sedikit turunnya. Sekitar Rp 200 sampai Rp 300. Itu untuk jarak tempuh 45 km," tambahnya.
Ia pun mencontohkan, dari Rp 7.600 menjadi 7.200. Itu kita sudah menyepakati bahwa berlakunya mulai tanggal 22 Januari 2015. Ini tarif yang pertama turun BBM yang dari yang naik Rp 8.500 dengan Rp 7.500. Itu waktu turun dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.500. Sudah itu dari Rp 7.500. "Itu tidak kita hitungkan tarif karena masih dalam koridor dari kenaikkan 15% tadi. Namun ini sudah hampir Rp 1.000 dari harga solar itu. Dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.400 itu selisihnya Rp 900. Kita sudah mengacu pada keputusan menteri perhubungan RI," paparnya. "Bahwa tarif yang 5% kita naikkan 15% tadi di jadikan 10%. Itulah yang kita putuskan bersama hari ini dan untuk hal yang lainnya. Saya kira tinggal penyesuaiannya saja" tandas Sudirman. (Chicharito)
Rapat dihadiri H. Sudirman HM Kepala Bidang LLAJ dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, dan sejumlah instansi terkait seperti Organda Sumsel, Lemhannas Biro Ekonomi, Perusahaan Otobus Damri dan Trans Musi, Polresta Kota Palembang, Dinas Perhubungan kota Palembang. "Kita sudah sepakat bahwa sesuai dengan surat edaran menteri perhubungan RI . Untuk tarif Angkutan Kota Dalam Provinsi itu turun. Yang mengunakan Bahan Bakar Minyak Solar. Solar sekarangkan harganya Rp6.400. Jadi harga BBM kita sudah di turunkan oleh pemerintah. Dulu kita tetapkan harga BBM 15% untuk wilayah Sumatera Selatan. Sekarang kita tetap turunkan sebesar 5% sesuai dengan surat edaran Menteri Perhubungan," jelas Sudirman HM usai rapat. "Jadi, kalau kita perhatikan di sini. Memang turunnya tidak signifikan. Hanya sedikit turunnya. Sekitar Rp 200 sampai Rp 300. Itu untuk jarak tempuh 45 km," tambahnya.
Ia pun mencontohkan, dari Rp 7.600 menjadi 7.200. Itu kita sudah menyepakati bahwa berlakunya mulai tanggal 22 Januari 2015. Ini tarif yang pertama turun BBM yang dari yang naik Rp 8.500 dengan Rp 7.500. Itu waktu turun dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.500. Sudah itu dari Rp 7.500. "Itu tidak kita hitungkan tarif karena masih dalam koridor dari kenaikkan 15% tadi. Namun ini sudah hampir Rp 1.000 dari harga solar itu. Dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.400 itu selisihnya Rp 900. Kita sudah mengacu pada keputusan menteri perhubungan RI," paparnya. "Bahwa tarif yang 5% kita naikkan 15% tadi di jadikan 10%. Itulah yang kita putuskan bersama hari ini dan untuk hal yang lainnya. Saya kira tinggal penyesuaiannya saja" tandas Sudirman. (Chicharito) 




























