Sembako dan Tarif Angkot di Semarang Stabil Pasca BBM Turun

Sembako dan Tarif Angkot di Semarang Stabil Pasca BBM Turun
Semarang - Hari kedua pasca penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) belum berdampak signifikan terhadap harga barang pokok dan tarif angkutan umum di Kota Semarang, Jawa Tengah. Beberapa hari yang lalu Presiden Jokowi menetapkan penurunan harga premium menjadi Rp 6.600 dan solar Rp 6.400 per liter. [caption id="attachment_18880" align="alignnone" width="300"]Aji, sopir angkot di Semarang Aji, sopir angkot di Semarang[/caption] Aji (32), sopir angkutan umur jurusan Simpang Lima-Johar mengungkapkan, tarif angkutan umum hari ini Senin (19/1) belum ada penurunan. “Tarifnya masih sama, belum ada perubahan. Untuk jurusan Johar sampai Simpang Lima masih Rp 4.000. Hari nii belum ada info dari temen-temen untuk menurunkan harga angkot,” ujarnya saat ditemui obsessionnews.com di Kauman, Kota Semarang. Menurut dia, penurunan harga biasanya berkurang menjadi Rp 2.500 – Rp 3.000 jika memang sudah ada pemberitahuan resmi dari Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) Kota Semarang. “Nanti kalau turun paling jadi kurang Rp.1000. Kan disesuaikan sama harga BBM,” ujarnya. Untuk harga sembako dari pantauan obsessionnews.com masih cenderung stabil seperti sebelum penurunan harga BBM. Rata-rata sembako yang dijual di Pasar Johar belum memperlihatkan tanda-tanda penurunan harga. ”Harga bawang merah masih sama , Rp. 14.000 sampai Rp. 15.000/kg. Beras juga masih sama,” tutur Harun, pedagang di Pasar Johar. Belum turunnya harga sembako biasanya dikarenakan stok dari pedagang yang masih mengikuti harga sebelum BBM turun. Jika dilakukan penurunan pada saat ini, maka hal tersebut akan membuat pedagang merugi. “Kalau diturunin sekarang kami jadi rugi. Stok kemarin beli kan masih ikut harga sebelum BBM turun. Jadinya barang yang kami jual juga masih disamakan dengan harga BBM sebelumnya,” ungkap Harun. Biasanya penurunan harga akan terjadi seminggu setelah ditetapkannya tarif BBM yang berlaku. “Biasanya turunnya itu nanti semingguan lebih. Begitu stok yang lama habis langsung turun harga sembako di pasar,” pungkasnya. (Yusuf Isyrin Hanggara)