Pesan Terpidana Mati: Bongkar Mafia Narkotika

Pesan Terpidana Mati: Bongkar Mafia Narkotika
Jakarta - Mochamad Choerul Anam, kuasa hukum terpidana mati Namaona Denis mengaku, sejak Jumat (16/1) pagi, sampai eksekusi belangsungĀ  dia berada di LP Nusa Kambangan. Dia melihat semua calon yang akan dieksekusi sampai pulu 13:00 siang WIB. Dia mengatakan, sejak 15 tahun terakhir yang ditangkap itu kurir, kalau ada pabrik dibongkar itu pekerja pabrik ditangkap, pemodalnya bebas. "Kalau eksekusi itu disebut darurat narkotika, itu omong kosong. Gembong narkotika gak pernah ditangkap," ungkap Anam dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2015). Menurut kuasa hukum Denis ini, kalau disebut ada jaringan Pontianak dan Hong Kong, itu harus dibongkar. Kalau ditangkapnya hanya kurir, maka terjadi perdagangan narkotika tetap, bahkan sampai Lembaga Pemasyarakatan (LP). "Maka darurat narkoba, maka eksekusi mati itu gak ada. Ini murni pencitraan politik," ungkapnya pula. Ekskekusi mati, lanjut Anam, selalu dipilih orang yang paling lemah, pasti bukan kurir yang dekat gembong narkotika. Mimin santosa yang punya pabrik ekstasi di tangerang tidak masuk eksekusi mati. Kenapa? "Namaona Denis itu berhasil dibina di Lapas, tapi kenapa nggak dikabulkan grasinya. Dia marah kenapa dapat diskriminasi. Di enam orang ini nggak ada yang melakukan kejahatan kedua dan ketiga," bebernya. "An Kim Sui juga baik di penjara, lakukan kebaikan. Ngobatin orang, Gak punya catatan buruk. Kenapa yang lakukan kejahatan narkotika kedua dan ketiga itu gak dieksekusi. Padahal mereka dekat bandar," tambahnya. Anam memaparkan, Namaona Denis bilangĀ  eksekusi mati untuk melindungi mafia itu sendiri bukan memberantas narkotika. Dan gugatan PMH di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu dia minta terus dilanjutkan. "Karena itu bukan untuk dia tapi untuk seluruh orang, agar tidak mendapat kezaliman seperti dia," tuturnya. Anam juga mengatakan tahun 2008 eksekusi mati, tapi mafia masih berjalan. Jadi ada perlindungan mafia, sindikat narkotika dari penegak hukum negara kita sendiri. "Kami disini sepakat untuk perangi narkotika dalam penggunaan yang ilegal. Malah yang ilegal ini yang dilindungi pemerintah. Itu yang ditekankan Namaona Denis. Pesan dia itu hentikan hukuman mati. Jadi bukan soal hukuman mati tapi bongkar mafianya," pungkasnya. (Pur)