Penurunan Harga Minyak Belum Digunakan Untuk Penuhi Cadangan

Jakarta - Terus melemahnya harga minyak dunia dapat menjadi kesempatan bagi pemerintah Indonesia untuk menguatkan cadangan minyak nasional. “Ini kesempatan kita bangun cadangan stok nasional,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, di Jakarta, Senin (19/1/2015). Menurut dia, level aman cadangan minyak nasional untuk ketahanan energi seharusnya berada pada kisaran dua bulan atau 60 hari. Namun untuk saat ini jumlah cadangan minyak nasional masih cukup jauh dari angka tersebut. Sebelumnya Dewan Energi Nasional (DEN) juga sempat menyatakan bahwa terus melemahnya harga minyak dunia perlu dimanfaatkan pemerintah untuk membeli minyak dalam jumlah besar. “DEN memberikan saran, mumpung harga lagi rendah untuk bangun stok cadangan nasional karena kita tidak punya stok nasional,” kata dia. Sejalan dengan itu Sudirman juga berharap dapat meningkatkan angka ketahanan minyak tersebut sampai titik aman. “Kalau bisa bergerak dari 20 hari ke 30 hari, dan kemudian ke 60 hari. Kalau kita memiliki cadangan 60 hari, maka cadangan akan sangat aman,” terang dia. Untuk itu, lanjut dia, dibutuhkan tempat penampungan minyak yang cukup besar. Namun sayangnya hingga saat ini Indonesia belum memiliki tempat cadangan tersebut. “Nah itu, cadangan itu artinya harus bikin infrastruktur, harus bikin penyimpanan, dan harus mengisi dengan BBM itu,” tambah dia. Lebih lanjut, Sudirman juga mengaku belum memutuskan untuk membangun cadangan minyak nasional karena masih menunggu keputusan mengenai pembuatan cadangan minyak disaat momen penurunan harga ini. “Kita lagi memikirkan, belum diputuskan,” ujar dia. (Kukuh Budiman)





























