Pemerintah Harus Segera Turunkan Tarif KA dan Damri

Bandung - Pemerintah harus segera memotori penurunan tarif angkutan, seperti tarif kereta api (KA) dan bus Damri. Demikian ditegaskan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Dedi Wijaya di Bandung, Senin (19/1/2015). Penurunan tarif angkutan sejumlah alat transportasi tersebut sebagai upaya agar tarif angkutan umum yang dikelola swasta seperti bus, taksi dan angkutan kota juga ikut turun dan menyesuaikan harga sesuai dengan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). [caption id="attachment_18949" align="alignnone" width="256"]
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Dedi Wijaya[/caption] "Kalau tidak diawali dengan penurunan tarif alat transportasi yang dikelola pemerintah mana mungkin pihak swasta mau menurunkan tarif angkot," tandas Dedi. Selain penurunan tarif angkutan yang dikelola pemerintah, menurutnya, sejumlah komoditi yang digunakan oleh perusahaan dan pabrik-pabrik juga harus ikut turun agar inflasi tidak tinggi, sehingga tidak terjadi hal yang bertolak belakang. Di satu sisi harga BBM turun namun di sisi lalin harga-harga tetap di harga lama. "Untuk komoditi sayuran, sembako dan yang lainnya yang saat ini masih tinggi seyogyanya dilakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga dan menaikkan daya beli masyarakat," ungkap dia. (Dud)
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Dedi Wijaya[/caption] "Kalau tidak diawali dengan penurunan tarif alat transportasi yang dikelola pemerintah mana mungkin pihak swasta mau menurunkan tarif angkot," tandas Dedi. Selain penurunan tarif angkutan yang dikelola pemerintah, menurutnya, sejumlah komoditi yang digunakan oleh perusahaan dan pabrik-pabrik juga harus ikut turun agar inflasi tidak tinggi, sehingga tidak terjadi hal yang bertolak belakang. Di satu sisi harga BBM turun namun di sisi lalin harga-harga tetap di harga lama. "Untuk komoditi sayuran, sembako dan yang lainnya yang saat ini masih tinggi seyogyanya dilakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga dan menaikkan daya beli masyarakat," ungkap dia. (Dud)




























