Samsung Akan Beli BlackBerry Rp 94,3 Triliun Untuk Hadapi Apple

Seoul - Perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Samsung mengajukan penawaran untuk membeli BlackBerry Limited US$7,5 miliar atau sekitar Rp 94,3 triliun agar bisa menguasai perusahaan ponsel pintar asal Kanada itu. Dikutip dari laman Reuters.com, sumber yang mengetahui penawaran ini mengatakan, Samsung mengincar portofolio hak paten BlackBerry untuk persiapan menghadapi perang teknologi melawan Apple di pasar. Karena itu, Samsung sudah mengajukan tawaran senilai US$ 13,25-15,49 atau sekitar Rp 166 ribu-194 ribu per lembar saham BlackBerry. Nilai itu disebut lebih tinggi 38-60 persen dibanding harga saham BlackBerry saat ini. Sumber itu melanjutkan, eksekutif dari kedua perusahaan tersebut sudah melakukan pertemuan pekan lalu untuk membahas kemungkinan terjadinya kesepakatan pembelian BlackBerry oleh Samsung. Managing Director Charter Equity Research Edward Snyder mengatakan, Samsung mengambil langkah yang tepat dengan membeli paten BlackBerry dalam pertempuran teknologi melawan Apple dan produk lain. "Samsung akan membeli semuanya dan membiarkan apa yang tidak dibutuhkan," katanya. Dalam portofolio BlackBerry, ada sekitar 44.000 paten yang nilainya setara dengan US$1,43 miliar atau sekitar Rp 17,9 triliun pada Agustus 2014. Cukup menarik
Sementara itu analis Pund-It Charles King menilai, jika memang benar adanya, proses akuisisi BlackBerry oleh Samsung merupakan langkah bagus bagi perusahaan asal negeri Gingseng tersebut. "Aku melihat saat ini adalah kesepakatan yang cukup menarik bagi Samsung," katanya seperti dikutip dari Pcworld, Kamis (15/1/2015). Keunggulan BlackBerry adalah teknologi keamanan, termasuk pusat data di seluruh dunia. Sebetulnya, Samsung sendiri telah melunak dan menjalin hubungan baik kepada perusahaan asal Kanada tersebut. Melihat ke belakang, November lalu, Samsung mengatakan akan mengintegrasikan BlackBerry Enterprise Server 12 dengan smartphone dan tablet Galaxy. Hal ini bisa semakin terjalin jika proses akuisisi kedua perusahaan benar-benar terealisasi.
Sementara itu analis Pund-It Charles King menilai, jika memang benar adanya, proses akuisisi BlackBerry oleh Samsung merupakan langkah bagus bagi perusahaan asal negeri Gingseng tersebut. "Aku melihat saat ini adalah kesepakatan yang cukup menarik bagi Samsung," katanya seperti dikutip dari Pcworld, Kamis (15/1/2015). Keunggulan BlackBerry adalah teknologi keamanan, termasuk pusat data di seluruh dunia. Sebetulnya, Samsung sendiri telah melunak dan menjalin hubungan baik kepada perusahaan asal Kanada tersebut. Melihat ke belakang, November lalu, Samsung mengatakan akan mengintegrasikan BlackBerry Enterprise Server 12 dengan smartphone dan tablet Galaxy. Hal ini bisa semakin terjalin jika proses akuisisi kedua perusahaan benar-benar terealisasi. 




























