Wiranto Tak Manfaatkan Hanura untuk Kendaraan Keluarga

Jakarta - Hari ini, Gerakan Muda Hati Nurani Rakyat (Gema Hanura) Gelar Musyawarah Nasional (Munas) I di Hotel Acacia , Jakarta Pusat. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto yang tiba pada pukul 14 : 30 Wib. Dalam pidato sambutannya, Wiranto mengaku kalau dirinya diminta oleh Gema Hanura untuk kembali menjadi Ketum Hanura, dan dia juga menyanggupi permintaan itu dengan pertimbangan eksternal dan internal. "Sebenarnya saya sudah sampaikan pada rapat DPH, saya bersedia kembali untuk diminta menjadi ketum Hanura periode mendatang," ujar Wiranto dalam sambutannya, Jumat (16/1/2015). Namun, kata Wiranto, penerimaan tersebut dengan catatan bahwa dirinya hanya ingin antar proses regenerasi partai yang aman, selamat dan bermartabat. Tentu tidak ada kekhawatiran partai ini, akan dikooptasi oleh Wiranto sampai dirinya mati. "Tidak mungkin partai ini jadi kendaraan keluarga saya, jadi betul-betul ketulusan, kemurnian, keikhlasan saya agar rumah politik ini lestari, hidup berkembang," tegasnya. Menurutnya, Hanura saat ini belum berkembang dan belum berhasil. Sebab, kata Wiranto, menteri di kabinet masih sedikit, anggota DPR juga masih sedikit, DPRD masih sedikit. Oleh karena itu, obsesi ini yang masih mengganjal. Bahwa Hanura masih belum sesuai yang diharapkan, Parpol tidak bisa direkayasa, PDIP, Golkar, Demokrat semua itu ada proses alamiah untuk jadi kuat. "Hanura baru menapak untuk jadi partai kuat. Kita ingin partai ini hari esok lebih baik lagi dari hari ini,"katanya. Sementara itu, Ketua Umum Gema Hanura Erik Satria Wardhana mengatakan ada dua faktor penting yang menjadi landasan bagi Gema Hanura dalam meminta kesediaan Wiranto kembali menjadi ketua umum Hanura periode mendatang. Pertama, dari faktor eksternal, Partai Hanura sebagai partai yang berada di dalam pemerintahan, memiliki kepentingan memastikan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berada di jalur yang benar untuk merealisasikan janji-janjinya melindungi segenap tumpah darah dan mencerdaskan bangsa. Untuk memastikan Hanura mampu berkontribusi dalam pemerintahan diperlukan variabel ketokohan yang sejauh ini masih melekat pada sosok Wiranto."Variabel ketokohan itu belum dimiliki sebagian besar kader Hanura lainnya," ujar dia. Kedua, dalam faktor internal, kesuksesan Hanura sampai saat ini tidak bisa lepas dari figur Wiranto selaku salah satu inisiator pembentukan Partai Hanura. Peran dominan Wiranto menurut dia, tidak bisa dialihkan kepada figur lain. "Peran perekat partai, dan peran mentransformasikan variabel ketokohan itu hanya bisa dilakukan oleh pak Wiranto,"pungkasnya. (Pur)





























