Rupiah Ikutan IHSG Ditutup Melemah

Rupiah Ikutan IHSG Ditutup Melemah
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) mengakhir pekan ini terkoreksi pasca pemerintah mengumumkan turunnya harga bahan bakar minyak (BBM). Terkoreksinya rupiah seiring memerahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp12.590 per USD. Posisi ini terdepresiasi 35 poin dibanding posisi penutupan Kamis (15/1/2015) di level Rp12.555 per USD. Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.542 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.542 per USD dan terlemah di level Rp12.619 per USD. Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.591 per USD, dengan kisaran harian Rp12.521-Rp12.637 per USD. Posisi tersebut negatif 66 poin dibanding hari sebelumnya di Rp12.525 per USD. Berdasarkan dari Limas, rupiah hari ini berada di level Rp12.595 per USD. Posisi ini melemah 35 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp12.560 per USD. Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.593 per USD. Posisi ini membaik 24 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp12.617 per USD. Sementara IHSG berakhir melemah karena tertekan anjloknya sektor industri yang hampir 5%. IHSG jatuh 40,33 poin atau 0,78% ke level 5.148,38. Sektor saham mayoritas melemah, dengan koreksi terdalam dialami industri dasar, yang anjlok 4,77%, diikuti perdagangan susut 1,91%. Sedangkan yang menguat tertinggi sektor konsumer, yang naik 0,49