Pemerintah Turunkan Harga BBM, LPG dan Semen Produksi BUMN

Pemerintah Turunkan Harga BBM, LPG dan Semen Produksi BUMN
Jakarta - Selain menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar hari ini, Jumat (16/1/2014), pemerintah juga menurunkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 12 kilogram, dan Semen yang diproduksi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat jumpa pers di Istana Negara. Jika sesuai rencana, kedepan harga LPG ukuran tabung 12 kilogram akan dipatok menjadi Rp129.000 per tabung. Sedangkan khusus untuk Semen yang diproduksi oleh anak perusahaan milik BUMN, akan disesuaikan dengan harga aslinya dan dikurangi Rp3000 per kantongnya. “Harga semen yang diproduksi oleh BUMN turun Rp3.000 per sak,” kata Jokowi. Lebih lanjut ia berharap, penurunan tiga komuditas penting tersebut dapat segera ditindak lanjuti oleh para kepala daerah. Dengan cara demikian maka kedepan harga – harga komuditas lainnya akan ikut turun, mengikuti penurunan harga BBM, LPG dan Semen. Sejalan dengan presiden, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Sofyan Djalil juga berharap agar segera setelah penurunan harga tiga komuditas penting tersebut diberlakukan, komuditas – komuditas lainnya juga akan ikut mengalami penurunan harga. “Dengan turunnya harga BBM, LPG, dan Semen, tentu harga produk lain diharapkan akan ikut turun, karena ongkos angkut dan produksinya juga turun,” tutur dia. Harga LPG saat ini, lanjut dia, sudah mencapai harga ke-ekonomiannya. Dengan begitu sudah tidak ada lagi istilah subsidi salah sasaran dan alokasi dananya dapat digunakan untuk hal – hal yang lebih penting. “Sedangkan untuk Semen itu adalah pertama, perlu dipahami bahwa struktur Semen selama ini itu tidak terlalu sehat pasarnya, karena market share Indonesia tetap seperti itu saja,” tambah dia. Karenanya, lanjut dia, selama ini harga Semen hampir tidak pernah turun. “Semen kali ini sudah bagus sudah mau merespon, selama ini mana pernah dia turun harga. Trennya selalu saja naik,” ujar Sofyan. Dengan penurunan harga tiga komuditas penting tersebut, ditambah dengan berlangsungnya musim panen di beberapa wilayah di Indonesia, mantan Menteri BUMN itu optimis bulan ini bisa terjadi devlasi. “Insya Allah Januari ini akan devlasi, tapi berapa belum tau. Namun kita lihat padi saat ini sudah mulai panen, di Banten, Jawa Tengah, dan lainnya. Jadi beras saya pikir akan turun,” terang dia. Prediksi kemungkinan turunnya harga beras tersebut akan dibackup dengan pembagian Beras Miskin (Raskin) yang tetap diberikan pada bulan Januari ini. “Jadi kalau kita misal desember invlasi paling besar adalah makanan terutama beras, maka dengan turunnya harga beras, turunnya harga BBM, Semen dan lainnya, itu memungkinkan. Dan kita harapkan harga – harga lain juga akan turun,” pungkas Sofyan. (Kukuh Budiman)