Perak Khas Kotagede Primadona di Mancanegara

Yogyakarta - Selain dikenal sebagai kota pelajar, Yogyakarta juga memiliki kerajinan peraknya yang menjadi primadona sampai ke luar negeri. Banyak wisatawan baik dari dalam maupun mancanegara berkunjung kemari. Tak hanya sekadar berbelanja perak, namun para pengunjung pun bisa belajar membuat perak sendiri. Konon, seni kerajinan perak pada masa lampau merupakan pekerjaan para abdi dalem (pegawai kraton) yang disebut abdi dalem kriya dalam memenuhi perlengkapan dan kebutuhan kraton akan berbagai perhiasan dari emas dan perak dan alat-alat serta perlengkapan rumah tangga lain. Para abdi dalem kriya tersebut tinggal mengelompok pada suatu perkampungan yang memperoleh nama sesuai dengan jenis kerajinan yang mereka kerjakan, yang hingga kini masih mudah diidentifikasi di sekitar Kotagede. Perkampungan bagi para abdi dalem perajin emas (dan perak) disebut Kemasan. Hingga kini Kemasan menjadi sebuah nama jalan di Kotagede yang hampir sebagian warganya sebagai perajin atau pemilik toko perak di Kotagede. Tradisi dan pengalaman usaha industri kerajinan perak ini kemudian dikembangluaskan di Kotagede, Yogyakarta. Mengalir turun-temurun selama empat abad memberikan jaminan bagi Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menjadikan industri seni kerajinan sebagai primadona pendukung usaha Yogyakarta sebagai pusat budaya dan tujuan wisata budaya. Melihat peranan industri cenderamata sebagai pendukung pariwisata, perak pun ditujukan menjadi cenderamata khas Kotagede. Salah satu toko kerajinan perak adalah toko Indriana Silver di Jalan Kemasan Nomor 27, Yogyakarta. Anda bisa melihat berbagai bentuk dari kerajinan perak tersebut, yakni kalung, cincin, bros, gelang, dan lain sebagainya. Juga berbagai souvenir, miniatur, maupun bingkai lambang kenegaraan. Adapun jenis perak yang dipasarkan seperti original dan lapis atau plat. Jika yang original mulai harga Rp 100 ribu sampai di atas Rp 3 juta. Sementara untuk perak yang lapis atau plat harganya berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 1 juta. “Ribuan koleksi di sini proses pembuatannya biasanya 100% perak murni dan 7,5% tembaga dilebur jadi satu. Kemudian 92.5% untuk kadar standar terbaik bagi perak itu sendiri,” terang Dwi Priyanto, pemilik Indriana Silver kepada Obsessionnews.com, Senin, (12/1/2015) siang. Tak hanya Indriana Silver, Anda bisa mengunjungi cabang dari Indriana Silver, yakni Prasetya Silver dan Pranasari Silver. Di sana juga terdapat berbagai asesoris seperti cincin, gelang, bros dan kalung. Bahkan bisa menerima utnuk pemesanan, satu barang pun akan dilayani. Selain Indriana Silver, ada juga toko perak yang segmennya untuk anak-anak anda. Berbagai jenis asesoris, miniatur, dan bentuk perak lainnya bisa menjadi pilihan Anda. Misalnya toko Mirah. Dinamai Mirah karena sebagian besar perak yang dijual harganya sangat terjangkau. Mulai dari harga Rp 70 ribu hingga Rp 200 ribu saja. Rata-rata pengunjung yang datang adalah anak-anak sekolah. “Ada cincin, bros, kalung dan gelang. Masing-masing perak harus ada campurannya saat membuatnya. Kalau tidak akan lunak dan tidak bisa diukir,” ujar Sumito, pemilik Mirah Silver. Berbagai pilihan bentuk perak Anda bisa dapatkan di sepanjang Jalan Kemasan dan Jalan Mondoratan. Hanya saja jika Anda ingin perak yang original biasanya berwarna keputih-putihan. Ada unsur perak aslinya. Sementara yang lapis atau plat, walau putihnya sama kebanyakan lebih gelap warnanya dibanding yang original. Setiap toko juga memiliki harga yang berbeda untuk ditawarkan. Rata-rata ada potongan harga 10% hingga 50% per jenisnya. Jika Anda ingin berkunjung dan berbelanja perak di sekitar Kotagede, rata-rata berbagai toko perak buka setiap hari pukul 11.00-21.00 WIB. (Anissa Nurul Kurniasari)





























