Kompolnas Akui Tidak Satupun Calon Kapolri yang Sempurna

Jakarta - Sebelum Presiden Jokowi menunjuk Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengaku merekomendasikan lima nama calon untuk dijadikan sebagai pertimbangan. Dari semua calon yang disetor kepada presiden ternyata diketahui tidak ada yang sempurna. Kompolnas merekomendasikan nama calon Kapolri berdasarkan kewenangan yang diamanatkan dalam UU. Kelima nama tersebut antara lain Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti, lulusan Akpol tahun 1982. Kemudian, Irwasum Polri Komjen Pol Dwi Priyatno, lulusan Akpol tahun 1982. Ada pula nama Kalemdikpol Komjen Pol Budi Gunawan mantan Kapolda Bali dan Kapolda Jambi, Kabaharkam Komjen Pol Putut Bayu Seno lulusan Akpol tahun 1984, dan Kabareskrim Komjen Pol Suhardi Aliyus lulusan Akpol tahun 1985. "Jadi lima calon tersebut tidak semuanya, tidak ada yang benar-benar sempurna ada kelebihan dan kekurangan. Artinya adapun yang dipilih adalah yang lain pasti ada juga kekurangannya," ungkap Anggota Kompolnas Adrianus Meliala di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/1/2015). Setelah melakukan proses chek and rechek maka mengerucut pada nama Budi Gunawan. Kompolnas menyebut Komjen Budi sudah memenuhi syarat normatif. Walaupun tidak melakukan tes wawancara terhadap Budi namun lembaga yang bertugas mengawasi polri ini yakin dengan pilihan presiden. "Tidak ada yang salah dengan prosedur yang dilaksanakan. Jadi Itu sudah tepat presiden pilih Budi Gunawan," ujar Sekretaris Kompolnas Syafriadi Cut Ali. Pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri terus menuai protes berbagai kalangan. Hal ini tidak lain karena mantan Kapolda Bali tersebut terindikasi memiliki rekening tidak wajar. Hari ini Jokowi memanggil komisioner Kompolnas untuk membahas mengenai polemik yang mengemuka. (Has)





























