Dradjad Sepakat Kongres PAN Berjalan Aklamasi

Dradjad Sepakat Kongres PAN Berjalan Aklamasi
Jakarta - Wakil Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo mengaku tidak mempersoalkan jika Kongres PAN yang akan berlangsung pada Maret 2015 berjalan secara aklamasi. Pasalnya, aklamasi juga dianggap tidak melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PAN. Dradjad memang belum bisa memastikan apakah Kongres nanti akan berjalan secara aklamasi. Namun menurutnya, aklamasi bisa menjadikan Partai PAN semakin kuat dibanding harus melalui jalur voting. Lantaran calon Ketua Umum sudah didukung lebih dari 50 persen dari anggota yang memiliki hak suara. "Saya memang belum bisa memastikan aklamasi. Tapi aklamasi menurut saya juga baik, karena voting bisa juga menjadikan partai pecah," ujarnya di DPR, Senin (12/5/2015). ‎Ekonom ini menuturkan, sistem aklamasi sudah mulai banyak diterapkan oleh partai politik. Bahkan kata dia, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) semakin solid saat kembali memilih Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI-P secara aklamasi. Hal ini membuktikan bahwa aklamasi juga tidak selamanya buruk. "Jadi aklamasi tidak bisa memastikan hasilnya akan jelek," katanya. Menurut Dradjad, PAN adalah partai yang inovatif. Artinya, PAN bisa berkembang dan menyesuaikan  untuk mengambil keputusan sesuai dengan keadaan di internal partai. Jika dalam kongres nanti keinginan aklamasi sudah mendukung, maka kata Dradjad pelaksananya tinggal disesuaikan. Dradjad yakin sampai saat ini kondisi di internal Partai PAN masih Solid, meski ada yang beranggapan hubungan Ketua PAN Hatta Rajasa dengan Ketua Dewan Pertimbangan PAN Amien Rais tengah merenggang lantaran Amien telah memberikan dukungannya kepada Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk maju sebagai calon ketua PAN. "Sampai sekarang masih yakin tingkat kekeluargaan di PAN masih kuat. Kalaupun ada masalah ya itu wajar namanya keluarga anak sama bapak kadang-kadang juga tidak akur," terangnya. ‎Mantan anggota DPR itu menambahkan, baik Hatta Rajasa maupun Zulkifli keduanya adalah kader terbaik PAN. Mereka banyak mendapat dukungan dari kader PAN untuk dicalonkan sebagai ketua umum, dan memungkinkan bagi keduanya untuk terpilih secara aklamasi. "AD/ART PAN, tidak melarang Hatta untuk maju, dan AD/ART PAN juga memungkinkan Pak Zulkifli untuk terpilih," jelasnya. (Abn)