Isu Rekening Gendut Budi Gunawan Otomatis Terhapus

Jakarta - Dengan terbitnya Surat Presiden Jokowi kepada Ketua DPR RI tentang pemberhentian Kapolri Jenderal Sutarman dan digantikan oleh Kepala Kalemdikpol Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Calon tunggal yang diajukan kepada DPR RI, maka masyarakat sudah mendapat kejelasan tentang sosok Kapolri baru yang dalam berapa minggu menjadi isu hangat. Menurut Ketua DPP Partai Gerindra FX Arief Poyuono, berita miring yang selama ini dituduhkan kepada Budi Gunawan sebagai petinggi Polri pemilik Rekening Gendut sudah terhapus secara otomatis. Karena, sangat tidak mungkin Jokowi sebagai presiden yang pertama Kali melakukan pemilihan kabinetnya mengunakan fit and proper testnya menggunakan dan meminta bantuan KPK dan PPATK secara diam diam. “Sudah pasti dalam memilih Budi Gunawan sebagai Kapolri baru, diam -diam pasti Jokowi meminta pendapat KPK Dan PPATK. Selain faktor rekomendasi yang kuat dari Megawati untuk mendorong Budi Gunawan sebagai Kapolri,” ujar Arief Poyuono melalui pesan BBM-nya kepada Obsession News, Minggu (11/1/2015). “Sah-sah saja dalam proses memilih seseorang yang akan dijadikan bawahan apalagi Kapolri itu bisa masuk kategori posisi politis mana yang utama adalah faktor nepostisme yang paling diutamakan baru kompentensi,” tambahnya. Apalagi, lanjut dia, Budi Gunawan juga merupakan pemegang Bintang Makayasa saat menjadi siswa Akpol. Juga pengalamannya dua kali menjadi Kapolda dan menjadi Kadiv Propam serta mengurus Diklat Polri. “Artinya, Budi Gunawan sudah banyak pengalamannya dan cukup pantas untuk jabatan Kapolri,” tuturnya. Namun tantangan masalah ketertiban dan keamanan dalam negeri yang buruk, menurut Arief, adalah yang menjadi tantangan berat bagi Budi Gunawan. “Juga kejahatan trans internasional peredaran narkoba. Ancaman teroris yang berbuah travel warning dari Amerika Serikat dan Australia untuk warga negaranya datang ke Indonesia juga menjadi tugas yang berat bagi Kapolri,” tandasnya. Ia pun mengingatkan, kriminalisasi yang sering dilakukan oleh oknum Polri terhadap masyarakat serta pembinaan terhadap anggota Polri yang sering menggunakan jabatannya sehingga merugikan masyarakat juga menjadi PR berat bagi Budi Gunawan. “Dan yang juga menjadi tantangan terberat bagi Kapolri untuk mendukung pertumbuhan Ekonomi dan masuknya investasi adalah pemberantasan pungli dan korupsi serta kriminalisasi yang ditujukan pada Pengusaha oleh oknum Polri,” tambahnya. Akhirnya, Arief mengucapkan selamat dan sukses untuk Budi Gunawan sebagai Kapolri guna bekerja secara professional dan merubah citra positif terhadap institusi Polri. “Semoga DPR RI tidak menolak Budi Gunawan dalam fit and proper test nanti,” harapnya. (Ars)





























