Presiden Minta PT PAL Kurangi Proyek Bukan Bidangnya

Presiden Minta PT PAL Kurangi Proyek Bukan Bidangnya
Surabaya - Presiden Jokowi mengatakan, PT PAL Indonesia mampu mengembangkan industri kemaritiman di Indonesia. "Kalau melihat kondisinya, dan perluasan area pabrik, ini cukup sebagai awal mengembangkan indistri kemaritiman kita," kata Jokowi kepada wartawan usai melakukan kunjungan kerjanya di PT PAL Indonesia, Sabtu (10/1). Presiden juga mengatakan, setelah berkeliling di dalam PT PAL, dan melihat kondisi, serta perluasan area pabrik, hal ini cukup untuk awal mengembangkan indistri kemaritiman. Presiden minta PT PAL yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengurangi proyek pengerjaan yang sebetulnya bukan bidang atau keahliannya. Karena itu, harus fokus pada satu proyek pengerjaan saja. "Bisa mengerjakan, tapi ya harus fokus. Kalau ini untuk kapal ya kapal, kalau untuk kapal selam ya kapal selam. Pada suatu titik akan menjadi produk yang matang dan sempurna. Susah kalau harus gonta ganti produk," pintanya. Jokowi menambahkan, peralatan pendukung produksi, khususnya mesin yang dimiliki PT PAL Indonesia sudah mumpuni, meski mayoritas buatan tahun 80-an. "Jadi kalau tidak diupgrade setiap lima tahun sekali, maka ya akan ketinggalan kereta," kata Presiden. Dia juga menegaskan dalam menuju industri kemaritiman yang handal, paling penting adalah memperbaiki manajemen terlebih dulu. Kalau sudah semua tertata baik, pesanan ada, kurangnya berapa baru modal nanti bisa masuk," tegas Jokowi. PT PAL, kata Jokowi, merupakan satu di antara industri strategis di Indonesia. Mestinya bukan hanya masalah yang muncul sekarang yang harus diselesaikan. Tapi urusan-urusan ke depan harus sudah dipikirkan dan diperhitungkan. "Bukan melulu pada untung dan rugi, tapi ini industri setrategis kita, sehinga semua harus sudah dipikirkan," kata dia. Dalam kunjungannya ke Surabaya, Jokowi menyempatkan diri untuk melakukan peninjauan di beberapa BUMN, di antaranya PT PAL Indonesia dan PT Dok. Presiden didampingi Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Pur) Ryamizard Ryacudu, Menteri BUMN Rini M Soemarno, Gubernur Jatim Soekarwo, dan beberapa pejabat lainnya. Di PT PAL Presiden meninjau seluruh bagian produksi yang ada, termasuk proses pembangunan kapal selam dan kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) pesanan Kemenhan. (G A Semeru)