Anggota DPR Aceh Bardan Sahidi Kritik APBA 2015

Anggota DPR Aceh Bardan Sahidi Kritik APBA 2015
Banda Aceh – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengusulkan anggaran sebesar Rp 246,9 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2015. Usulan Gubernur Aceh tersebut dikritik anggota DPR Aceh Bardan Sahidi. Bardan menilai anggaran Rp 246,9 miliar itu terlalu boros dan tidak rasional bila dilihat dari kinerja pemerintah saat ini. "Kami menilai angka sebesar itu sangat tidak rasional, dan ini harus segera dirasionalkan oleh pemerintah," kata Bardan kepada obsessionnews.com di Banda Aceh, Kamis (8/1/2015). [caption id="attachment_17628" align="alignnone" width="211"]Bardan Sahidi Bardan Sahidi[/caption] Bardan meminta pengajuan dana perjalanan dinas yang diajukan Pemerintah Aceh harus dirasionalkan kembali. Apalagi dana sebesar itu belum lagi dana kunjungan ke luar daerah. Bahkan dana tersebut belum termasuk bantuan yang dibawa mereka pada saat berkunjung ke daerah. "Dewan minta birokrasi kantor Gubernur Aceh untuk diatur ulang, karena mereka tidak rasional dalam pengajuan anggaran, yaitu Sekda, Biro Umum, Biro Organisasi, Biro Pembangunan, Biro Ekonomi, Biro Hukum, dan Biro Pemerintahan," ujarnya. Di sisi lain Bardan juga menyoroti keterlambatan penetapan rancangan APBA. Jauh hari dia telah mengingatkan kepada Gubernur Aceh jangan sampai pembahasan dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) 2015 yang merupakan cikal bakal dokumen RAPBA 2015 terlambat. “Saya selaku perpanjangan tangan dari rakyat telah mengingatkan jauh-jauh hari, tapi nasi sudah jadi bubur. Beginilah jadinya, banyak pihak yang telah dirugikan. Kini pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan di Aceh terhambat,” ujar politisi PKS ini. (Agung Sanjaya)