Mengaku Kenal Dekat, Hamzah Haz Jenguk Fuad Amin di KPK

Jakarta - Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia mengaku datang ke KPK untuk menjenguk Ketua DPRD Bangkalan Jawa Timur, Fuad Amin Amin Imron, lantaran memiliki hubungan yang dekat dengan keluarganya terutama dengan orang tua Fuad. "Fuad termasuk dalam keluarga besar saya. Orang tuanya sahabat saya," ujarnya, di KPK, Kamis (8/1/2015). Saat masih aktif dalam dunia politik, Hamzah mengatakan, dirinya banyak berhutang budi dengan orang tua Fuad. Misalnya saja, saat Hamzah menjadi Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan ketua umum PPP. Ia mengaku jabatan itu berkat bantuan orang tua Fuad. Meski demikian, saat ditanya mengenai kasus yang kini menjerat Fuad, Hamzah mengaku tidak tahu adanya suap jual beli gas alam di Kabupaten Bangkalan. Ia datang ke KPK, tidak lain hanya berempati dengan niat menghibur Fuad, yang sedang dirundung masalah. "Jadi saya wajib menjenguk," katanya. Fuad ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan pada 1 Desember 2014. Ia diduga telah menerima suap dari Direktur PT Media Karya, Sentosa Antonio Bambang Djatmiko untuk memuluskan proyek pengelolaan minyak dan gas alam di Kabupaten Bangkalan. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto pernah mengatakan, bahwa KPK telah mengintai kasus yang menjerat Fuad sejak tahun 2003. Ketika itu Fuad masih menjabat sebagai Bupati Bangkalan selama dua kali periode. Namun untuk kasus suap jual beli gas alam ini sudah terjadi sejak tahun 2007. Bahkan dalam perkembangannya, KPK telah menyelidiki dugaan kasus tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Fuad. "KPK sedang memeriksa lebih lanjut potensi dikenakannya TPPU dalam kasus FAI," ujar Bambang. (Abn)





























