Syahbandar Situbondo Lempar Tanggung Jawab

Syahbandar Situbondo Lempar Tanggung Jawab
Surabaya - Syahbandar Pelabuhan Jangkar Situbondo, Jawa Timur, dinilai lepas tanggung jawab atas tragedi tenggelamnya kapal layar motor (KLM) Karya Utama II di Laut Jawa 40 mil sebelum Masalembu, Sabtu (3/1). Hal itu dikatakan Kapten KLM Karya Utama II Syamsudin kepada obsessionnews.com di Pelabuhan Navigasi Tanjung Perak Surabaya seusai dievakuasi oleh Basarnas Rabu (7/1). Kepala Syahbandar Pelabuhan Jangkar Situbondo A. Fauzan saat memberikan pernyataan di salah satu televisi nasional mengatakan, pihaknya telah memberikan larangan terhadap seluruh nahkoda kapal, termasuk terhadap KLM Karya Utama II untuk tidak berlayar, karena cuaca dan ombak yang mencapai ketinggian hingga 4 meter. Namun, hal tersebut dibantah oleh Syamsudin. Ia mengatakan, sebelum berlayar menuju Banjarmasin, dirinya terlebih dahulu sudah menanyakan prakiraan cuaca dan meminta izin untuk berlayar. [caption id="attachment_17413" align="alignnone" width="300"]Kapten KLM Karya Utama II Syamsudin Kapten KLM Karya Utama II Syamsudin[/caption] "Sebelum berangkat saya sudah menanyakan ke Syahbandar. Disebutkan, Sabtu ketinggian ombak 1 meter di Pelabuhan Jangkar dan 3 meter di Laut Jawa. Beberapa hari ke depan justru ombak mengalami penurunan," terang Syamsudin menirukan ucapan pihak Syahbandar yang ditemuinya. Ia menambahkan, dirinya berlayar atas izin syahbandar setempat, meski cuaca dan ombak di perairan Pelabuhan Jangkar dan Laut Jawa pada Sabtu (3/1) hingga mencapai 3 meter. "Jadi kalau saya tidak meminta izin, itu tidak benar. Sebelumnya saya sudah tahu cuaca kurang baik," tambahnya. Seperti diberitakan obsessionnews.com sebelumnya, KLM Karya Utama II Sabtu (3/1) sekitar pukul 14.00 WIB, dengan 12 ABK dan 1 kapten kapal yang mengangkut 204 sapi dan 750 kambing tenggelam dihantam ombak setinggi 4 meter pada 40 mil sebelum perairan Masalembu Sumenep. Kapal kayu tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tersebut tenggelam, menyusul mesin pompa mati karena tersumbat kotoran hewan. Akibatnya, air laut terus menggenangi lambung kapal dan lambat laun posisi kapal miring. Tepat pukul 14.00 WIB, kapal terbalik dan tenggelam. Setelah terapung selama tiga hari dua malam, seluruh ABK tersebut dapat diselamatkan oleh kapal asing berbendera Panama tujuan Papua Nugini Senin (5/1) sekitar pukul 17.00 WIB. (G A Semeru)