Rumah Burung Merpati Menarik Minat Wisatawan Mancanegara

Rumah Burung Merpati Menarik Minat Wisatawan Mancanegara
Magelang - Tahukah Anda candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah? Ya, objek wisata yang satu ini sudah terkenal di Indonesia bahkan dunia. Namun, ternyata ada sebuah objek yang tak jauh dari kawasan Candi Borobudur. Sebuah bangunan tua dan unik jika Anda berkunjung kemari. Orang-orang sekitar biasanya menyebutkan Gereja Ayam. Memang sekilas bentuk bangunan tua ini seperti seekor ayam. Tapi, bisa juga dibilang seperti angsa atau banyak (dalam bahasa Jawa). Bahkan sebagian orang mengatakan kalau tempat ini berbentuk seperti burung merpati. Dilihat dari bentuk kepala dan ekornya cenderung seperti burung. Konon, bangunan yang didirikan pada tahun 1987 untuk bagian ekor dan tahun 1992 untuk bagian kepalanya ini akan difungsikan sebagai gedung pertemuan saja. Seiring berjalannya waktu, bangunan ini malah tidak terawat dan banyak coretan di dinding, bahkan tanahnya berlumpur jika hujan tiba. Rumah burung yang berlokasi di Dusun Gombong, Desa Kembalimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, ini juga menjadi tempat wisata yang menarik. Pengunjung banyak yang berdatangan sekadar ingin melihat bentuk rumah burung atau berfoto. Pengunjungnya dari luar Magelang. Selain itu rumah burung ini menarik minat wisatawan mancanegara. Rumah burung atau omah manuk dulunya sering digunakan untuk perkumpulan remaja sekitar. Dulunya orang-orang juga menyebut kalau bangunan ini adalah pondok bukit Rhema karena letaknya yang berada di bukit Rhema. Dan juga satu kawasan dengan bukit Punthuk Setumbu yang merupakan spot terbaik untuk menyaksikan Borobudur sunrise atau kemegahan Candi Borobudur dari ketinggian 400 mdpl. Bangunan ini menghadap ke timur. Memiliki panjang 25 meter dan lebar 12 meter. Di samping bangunan ini terdapat pepohonan yang rindang. Selain itu juga ada jalan setapak menuju ke Punthuk Setumbu yang berada tak jauh dari rumah burung ini. Untuk menikmati keindahan dari sini tidak dipungut biaya alias gratis. “Omah manuk sekarang sering digunakan untuk syuting video klip. Selain itu juga menjadi objek foto yang bagus. Biasanya foto prewedding atau sekadar foto apabila orang berkunjung kesini,” ujar Wasno, Ketua RT 1 Dusun Gombong kepada obsessionnews.com, Rabu (7/1/2015) siang. Tak hanya melihat keindahan bukit dari, dari rumah burung ini juga memiliki ruang bawah tanah yang berjumlah sekitar 13 ruangan atau kamar. Dulunya ruangan-ruangan ini untuk menyepi atau menyendiri oleh pemiliknya yang bernama Daniel. [caption id="attachment_17468" align="alignnone" width="300"]bagian dalam lantai atas bagian dalam lantai atas[/caption] Wasno yang juga ikut menggarap bangunan ini tahun 1987 menuturkan, saat ini rumah burung sedang dalam perbaikan dan pengembangan. Di dalam bangunan ini sudah mulai ada tangga agar pengunjung bisa naik sampai kepala burung. Dari situ pengunjung bisa menikmati pemandangan sekitar Borobudur dengan jelas. [caption id="attachment_17469" align="alignnone" width="200"]Tangga yang sedang dibangun menuju kepala burung Tangga yang sedang dibangun menuju kepala burung[/caption] Jika Anda ingin berkunjung ke tempat ini, mudah sekali untuk menemukannya. Dari candi Borobudur ke arah barat menuju daerah Salaman. Sekitar 4 kilometer dari arah candi, sampai Anda menemukan BTS kanan jalan. Maju sedikit ada plang untuk ke Punthuk Setumbu belok kiri. Bisa juga melihat garasi bus Purboputro sebelah kanan, lalu belok arah kiri. Kemudian lurus ke selatan sekitar satu kilometer. Pertigaan belok kanan sudah sampai tempat ini. Jalan menuju ke rumah burung mulanya jalan tanah hingga menemukan jalan cor-coran. Untuk parkir kendaraan roda dua dan empat hanya bisa sampai rumah penduduk paling atas. Selanjutnya Anda bisa berjalan kaki sekitar 150 meter dengan jalan menanjak dari anda parkir sudah bisa terlihat bangunan berbentuk burung itu. Tempat ini buka setiap hari dan tidak ada patokan waktu. Namun, khusus hari Minggu, bagi anda yang memiliki pasangan, Anda tidak boleh masuk mengunjungi tempat ini jika hanya berdua saja dengan pasangan Anda. (Anissa Nurul Kurniasari)