Mengaku Dipukul, Aktifis PBHI Laporkan Oknum Polisi ke Polda

Mengaku Dipukul, Aktifis PBHI Laporkan Oknum Polisi ke Polda
Jakarta - Ardian Sirait(24), aktivis Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Jakarta mengaku dipukuli seorang petugas Satlantas Polres Jakarta Timur, saat ia sedang terkena rajia di jalan raya DI Panjaitan, Jakarta timur. Ardian menceritakan kejadian bermula saat motor yang dikendarai tiba-tiba diberhentikan petugas yang saat itu sedang melakukan rajia persis di depan Kampus Universitas Mpu Tantular. Kemudian seorang dari petugas yang diduga bernama Agus Setiawan langsung mengambil kunci motor dan pergi meninggalkannya. Walaupun ia menyatakan siap untuk di proses tilang namun katanya petugas tersebut seperti tidak menghiraukan pernyataannya lalu pergi begitu saja, menaiki mobil patroli yang mereka kendarai. "Saya melihat petugas pergi begitu saya, lalu saya terus mengikuti petugas tersebut untuk menanyakan proses tilangnya dan meminta kunci kos-kosan saya yang menyatu dengan kunci motor," tutur Ardian saat dikonfiirmasi di Jakarta, Rabu (7/1/2015). Merasa kecewa dengan perlakuan oknum petugas tersebut, Ardian mencoba memfoto kendaraan patroli yang digunakan oleh para petugas Lantas tersebut dengan kamera handphone miliknya, akan tetapi tiba-tiba mobil patroli yang tadinya ingin melaju, kembali mundur kemudian petugas yang bernama Agus itu turun dari mobil dan menghampirinya. "Kemudian ia menarik kerah baju serta melayangkan tangannya ke arah perut serta muka saya, bukan hanya itu, petugas itupun menekan perut saya dengan dengkulnya," ungkap dia. Ardian sudah membuat laporan ke Polda Metro Jaya disertai dengan melakukan visum. "Dengan alasan apapun aparat kepolisian tidak bisa melakukan tindakan semena-mena kepada siapa saja secara membabi buta, apalagi korban bukan pelaku kejahatan" ujar Kadiv Advokasi PBHI Jakarta, Simon Fernando Tambunan. (Has)