Las Vegas - Ajang akbar pameran perangkat elektronik dunia, International CES 2015 (Consumer Electronic Show), kembali digelar awal tahun ini. Berlangsung 6-9 Januari 2015 di Las Vegas, Nevada, AS, ajang International CES tahun ini menjadi showcase terbesar untuk produk, layanan, dan teknologi yang mendukung platform Internet of Things (IoT), topik terhangat tahun ini. Menurut Senior Vice President International CES & Corporate Business Strategy, CEA, Karen Chupka, IoT memungkinkan semua perangkat keseharian manusia, mulai dari mobil, sistem kemanan di rumah, bahkan peralatan dapur, bisa terkoneksi dengan perangkat jaringan seperti PC dan smartphone. Sehingga, manusia modern dapat mengatur dan mengelola hidup sehari-hari dengan lebih baik. Di lantai pameran yang diikuti 3500 peserta ini, lebih dari 900 peserta khusus berlomba memamerkan inovasi IoT. Di bawah ini adalah beberapa yang menonjol.
Smart Home Generasi Terbaru dari Samsung Konsep Smart Home yang sudah ada beberapa tahun terakhir, menjadi kian marak sejak Agustus 2014 ketika Samsung mengakuisisi SmarThing, perusahaan startup yang paling terdepan dalam hal teknologi pengendali perangkat rumah berbasis platform Internet of Thing (IoT). Dalam ajang CES 2015, Samsung mengumumkan berhasil mengembangkan generasi terbaru SmartThings Hub yang berfungsi mengendalikan semua perlengkapan rumah tangga secara lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. Penyempurnaan itu, antara lain, penambahan baterai cadangan jika listrik mati, memperluas konektivitas melalui protokol wireless seperti Bluetooth Smart, penerapan sistem sensor terbaru SmartSense Presence, SmartSense Motion, dan SmartSense Multi sensors. Di saat bersamaan, diluncurkan pula layanan terbaru home monitoring service yang diberi nama SmartThings Premium. Dengan layanan ini, misalnya, SmartThing Hub otomatis akan mengirim SMS atau panggilan ke orang tertentu jika perangkat mendeteksi sesuatu masalah di dalam rumah. Bahkan bisa merekam dan mengirim video jika perangkat mendeteksi aksi pencurian. Yang menarik, Samsung mengumumkan bahwa platform Smart Home, termasuk komponen-komponen dan perangkat IoT miliknya, bersifat terbuka untuk pengembangan aplikasi lain oleh pihak luar. Sebelum dikauisisi oleh Samsung, SmartThings sudah menerapkan teknologi yang membuat semua peralatan rumah tangga dapat terintegrasi dengan gadget, maupun komputer sehingga mudah diakses kapanpun dan di manapun. Dalam aplikasinya, pengguna dapat mengatur rumah dari jauh, mulai dari mengunci pintu, menyalakan lampu, memantau kesehatan, memantau aktivitas yang sedang terjadi, mengatur serta memantau suhu, kelembaban, mengaktifkan atau mematikan listrik, serta mengendalikan semua perlengkapan elektronik. Selain Samsung, Google juga tengah bersiap menyerbu pasar IoT melalui produk Smart Home. Business Insider memperkirakan akan ada 1,9 miliar perangkat terhubung ke internet saat ini, dan jumlah tersebut diperkirakan bertambah menjadi 9 miliar hingga tahun 2018.
Electric Baby Rocker with Bluetooth Kereta bayi tampil di lantai pameran CES adalah hal yang langka. Tapi produk satu ini sangat sesuai dengan IoT. Electric baby rocker buatan 4Mom mamaRoo ini adalah versi baru dari produk sebelumnya. Fungsi utamanya tetap sama, yaitu kereta bayi yang bisa mengayun sendiri untuk menidurkan sang buah hati. Teknologi terbaru, kini dilengkapi konektivitas Bluetooth sehingga bisa dioperasikan melalui smartphone dari jauh. Bukan hanya itu, kelengkapan fitur iOS dan Android memungkinkan electric baby rocker disambungkan dengan media player untuk memutar lagu nina bobo demi menjaga buah hati tetap terlelap sembari Anda mengerjakan hal lain. Harga: USD239 dan USD269.
Lenovo VIBE Band VB10 Wearable Device Selain meluncurkan smartphone P90 dan VIBE X2 Pro, Lenovo juga memanfaatkan CSE 2015 untuk memperkenalkan produk wearable mereka yang dirancang kompatibel dengan Lenovo VIBE X2 atau smartphone lainnya, baik dengan OS iOS maupun Android. VIBE Band VB10 sejatinya adalah sebuah fitness tracker yang mengirimkan semua notifikasi smartphone, mencatat langkah kaki, jarak perjalanan, pembakaran kalori, pola tidur, dan lainnya. Dilengkapi fitur waterproof dan menggunakan display E Ink. Baterai diklaim bertahan hingga 7 hari dalam sekali isi tenaga. Berbeda dengan perangkat wearable lain, chassis terbuat dari metal, sementara tali jam dari bahan karet. Harga: USD89.
Sony Smartwatch3 Edisi Stainless Steel Sony Mobile memanfaatkan ajang CES 2015 untuk memperkenalkan SmartWatch 3 edisi stainless steel, produk wearable pintar namun didesain penuh estetika premium. Mengusung layar TFT LCD Transflektif 320x320 1,6” untuk visibilitas di bawah terik matahari, dan tetap mengusung kemampuan waterproof, bersertifikasi IP68, yang dapat mengisi daya via port microUSB standar. Sony juga menambahkan dudukan baru untuk SmartWatch 3, yang memungkinkan pengguna mengubah SmartWatch 3 dengan tali jam tangan standar 24mm. Bahkan jika beroperasis endiri tanpa smartphone Android, SmartWatch 3 sudah menjadi aksesori fungsional karena dilengkapi pemutar musik, teknologi sensor cerdas, dan sensor GPS bawaan yang unik. Itu berkat Golfshot dan iFit, dua pengembang yang menciptakan pengalaman Android Wear lewat kapabilitas mandiri milik SmartWatch 3, baik untuk performa selama latihan maupun melacaknya. Sony juga meningkatkan level persaingan teknologi wearable dengan kolaborasi dengan Lifelog, aplikasi Android populer yang diciptakan untuk membantu pengguna menentukan target personal, memantau kemajuan, mengenal diri Anda lebih baik, dan membuat pilihan cerdas mengenai kesehatan Anda, hiburan, dan lainnya. Lifelog adalah tampilan antar-muka baru yang menggunakan fungsionalitas API terbuka dan teknologi HTML5 terkini. Web ini bisa ditampilkan di berbagai ukuran layar, mulai dari smartphone hingga tablet dan TV, cukup masuk menggunakan akun Sony Entertainment Network4. Sony juga berbagi aplikasi baru untuk prototipe terkini mereka, SmartEyeglass Developer Edition, bersamaan dengan gaya konseptual baru, SmartEyeglass Attach! Ini adalah sebuah modul layar lensa tunggal untuk dipasangkan pada kaca mata reguler, yang memungkinkan pengembang untuk menciptakan aplikasi untuk olah raga dan kinerja.
Charger Nirkabel dari WattUp Teknologi mengisi ulang daya baterai perangkat elektronik secara nirkabel sudah diperbincangkan sejak 2009, tapi sampai kini belum ada satupun produk yang benar-benar bisa melakukan charging dari jarak jauh secara nirkabel. CES 2015 menjadi ajang pembuktian bagi Energous, saat meluncurkan WattUp, produk yang berfungsi sebagai energy router untuk melakukan charging tanpa kabel sejauh 7 meter. WattUp memadukan teknologi RF dan Bluetooth dalam bekerja mencari perangkat yang akan diisi ulang dayanya. Pengisian daya dilakukan melalui sinyal RF, frekueansi yang sama dengan WiFi that, untuk diubah menjadi tenaga DC melalui proses yang disebut rectification. Satu unit WattUp bisa mengisi ulang baterai ponsel dan satu perangkat lain secara bersamaan, juga bisa menentukan mana yang lebih prioritas untuk diisi daya.
Ompeng Canggih Pengukur Suhu Bayi
Ini bukan dot ompeng biasa, meskipun fungsi utamanya untuk itu. Smart Pacifier, begitu nama produk buatan Blue Maestro, ini, dilengkapi termometer di dalam dot silikon serta chip Bluetooth untuk mengirim data suhu tubuh bayi Anda ke smartphone. Bahkan tersedia aplikasi bagi pengguna smartphone Android maupun iOS, yang bisa memberikan grafis suhu tubuh sang buah hati, serta bisa Anda share datanya ke dokter anak. Selain berfungsi sebagai pengukur dan perekam data suhu tubuh, perangkat ini juga bisa berfungsi sebagai ‘pelacak’ keberadaan bayi Anda. Jika sang bayi berada di luar jangkauan 30 meter dari smartphone, aplikasi Pacifi akan menandai lokasi terakhir sang bayi dengan menggunakan fitur GPS di ponsel. Kecuali, jika ia melepas ompengnya.
Mengendalikan BMW dari Tablet Samsung Tahun lalu, produsen mobil premium mengumumkan sebuah konsep mobil premiumnya yang sarat teknologi tercanggih, dan dinamakan konsep Vision Future Luxury. Salah satu teknologi termajunya, bangku penumpang dilengkapi Touch Command Tablet yang bisa menampilkan digital media, sekaligus melakukan fungsi-fungsi sekondari di kendaraan. Di ajang CES 2015, BMW memperluas inovasinya di mana fungsi-fungsi fitur Touch Command di kendaraan kini bisa dilakukan oleh tablet Samsung. Misalnya memutar musik, mengatur AC, lampu kabin, dan lain sebagainya. Kecuali, tentu saja, mengendalikan sistem pengendaraan.
TV Internet Segera Melibas TV Kabel Ajang CES 2015 juga menandai sebuah era baru dalam menikmati tayangan televisi. Berbasis pada konsep Internet of Things (IoT) perkembangan Smart TV atau TV internet kini melangkah jauh dengan teknologi yang memungkinkan Anda menonton tayangan TV kabel tanpa harus berlangganan layanan. Adalah perusahaan bernama Dish yang memperkenalkan apa yang mereka sebut dengan Sling TV. Cukup memiliki perangkat Smart TV, dan berlangganan layanan Sling TV dari Dish sebesar USD20 per bulan, Anda memiliki akses untuk menonton siaran TV kabel, termasuk dari jaringan TNT, TBS, CNN, Food Network, HGTV, Cartoon Network, Adult Swim, Disney Channel, ESPN, dan ESPN2. Semua siaran itu bisa dinikmati tanpa berlangganan dengan penyedia TV Kabel, atau tanpa ada parabola dan kabel. Cukup dengan jaringan internet di rumah, dan sebuah perangkat Smart TV. Karena berbasis internet, maka semua tayangan itu juga bisa dinikmati di mana saja melalui perangkat PC, desktop, laptop, tablet, phablet, dan smartphone. CES 2015 juga dimanfaatkan oleh sejumlah raksasa elektronik seperti Sony dan LG untuk meluncurkan produk-produk Smart TV terkini mereka. Smart TV Sony yang berbasis Google Android, misalnya, meluncurkan 10 model terbaru TV beresolusi 4K yang semuanya memuat fitur Smart TV. Karena buatan Sony, maka pemilik pun memiliki akses untuk menikmati siaran TV kabel dari Sony Entertainment Network, serta layanan PlayStation Now. Sementara itu, LG yang menggunakan platform WebOS untuk produk-produk Smart TV mereka, melangkah lebih jauh dengan menyinergikan Smart TV, Smart Home, perangkat kesehatan, bahkan smartcars. Semua menjadi mungkin bertkat pengembangan platform WebOS 2.0.
WeMo Home Sensor Produk-produk Smart Home berlomba memikat pengunjung CES 2015, salah satunya adalah empat produk terbaru WeMo Home Sensor buatan Belkin. Yaitu sensor pintu dan jendela, sensor kunci, detektor gerak, dan sensor alarm. Semuanya bisa dikoneksikan dan dikendalikan dengan smartphone. Detektor gerak, misalnya, bisa menyalakan lampu ruangan secara otomatis ketika mendeteksi langkah kaki ke dalam ruangan. Sensor pintu menyalakan pendingin ruangan hanya jika pintu dan jendela tertutup. Sensor kunci bisa mengirim pemberitahuan ke smartphone jika ada pintu atau jendela yang lupa ditutup. Sementara sensor alarm secara otomatis mengirim tanda bahaya ponsel jika terjadi kebakaran atau banjir.
Smart Appliances dari GE Tak mau kalah dalam hal platform internet of things (IoT), raksasa General Electric meluncurkan setidaknya 10 produk perlengkapan rumah tangga yang bisa dikendalikan melalui smartphone dari luar rumah. Rangkaian produk rumah tangga berbasis internet ini tergolong salah satu yang paling lengkap. Mulai dari mesin pencuci piring, kulkas, mesin cuci, oven, hingga pemanas air, semua bisa dikendalikan dari ponsel pemilik. Misalnya, beberapa saat sebelum sampai di rumah, Anda bisa memanaskan makan malam yang sudah ada di oven.
Alat Bantu Dengar Berbasis Internet Platform Internet of Things (IoT) sudah merambah ke mana-mana, termasuk alat bantu dengar yang satu ini. Produk buatan Siemens ini memuat aplikasi "easyTek" berbasis Android atau iOS, yang membantu pengguna untuk menghilangkan suara berisik dari target suara yang ingin didengar. Menurut Siemens, produk ini sudah lolos uji klinis dan berhasil membantu penderita untuk memiliki pendengaran yang jauh lebih jelas dibanding alat bantu dengar konvensional. Bahkan bisa berfungsi sebagai headset Bluetooth untuk smartphone.
Smart Scooter dan Smart Bike Skuter elektrik sesungguhnya bukan hal baru. Tapi produk dari Gogoro ini menetapkan standar baru dengan membangun skuter listrik canggih yang tak lagi perlu memikirkan soal daya baterai. Skuter ini dilengkapi baterai yang bisa dicopot dengan mudah dan diganti dengan baterai yang sudah terisi tenaga. Pengguna hanya perlu mampir di tempat-tempat penggantian baterai saat tenaga baterai melemah. Untuk itu, ada koneksi internet dan aplikasi Android atau iOS melalui smartphone yang akan menyajikan semua data mengenai unit dan pengendaraan, termasuk kondisi baterai dan lokasi penggantian baterai yang disebut GoStations.

