Melancong Sambil Napak Tilas di Benteng Tolucco

Ternate – Ternate, Maluku Utara, merupakan salah satu kota yang punya banyak tempat-tempat peninggalan bersejarah dari masa lampau. Dari catatan sejarah terdapat beberapa bangsa seperti Portugis, Belanda, dan Spanyol yang pernah menduduki Kota Ternate untuk memperluas daerah kekuasan dan perdagangannya di Maluku Utara. Sampai saat ini terdapat banyak bukti sejarah yang dapat ditemukan, yakni benteng-benteng dan benda-benda eksotis lainnya. Salah satu peninggalan sejarah yang dapat Anda kunjungi jika berkunjung ke Ternate adalah Benteng Tolucco yang masih berdiri kokoh. Masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Benteng Tolukko. Bila Anda menyukai petualangan yang mengunjungi tempat bersejarah, tidak salahnya menguji Benteng Tolucco. Di benteng ini banyak memberikan nuansa keindahan lautan dengan latar belakang Pulau Halmahera, Pulau Maitara, dan juga Gunung Gamalama dengan pemandangan yang begitu indah untuk mengabadikan momen bersama keluarga atau dengan kerabat. Ari, salah seorang wisatawan, mengatakan dia sangat senang dengan peninggalan bersejarah yang menjadi bukti Maluku Utara dan khususnya Kota Ternate mempunyai hubungan historis dengan bangsa lain. “Peninggalan sejarah itu mempunya nilai tertentu yang harus kita jaga dan lestarikan,” katanya kepada obsessionnews.com. Hampir setiap hari, Benteng Tolucco dipadati pengunjung yang ingin berwisata sejarah sambil menghabiskan waktu luang bersama keluarga. Kebanyakan dari mereka melakukan napak tilas sejarah masa lalu sambil mengabadikan setiap momen di Benteng Tolucco. Benteng Tolucco salah satu peninggalan Portugis di Ternate yang hingga kini masih berdiri. Pada tahun 1864 benteng ini dipugar oleh Residen Van Der Crab. Dalam pemugaran tersebut telah meninggikan benteng 70 cm. Benteng yang berdiri di atas bukit batuan beku ini terletak pada 620 cm dpl. Letaknya menjorok ke laut dengan denahnya yang tidak simetris. Kemungkinan benteng ini disesuaikan dengan kondisi bentuk bukit yang ada. Bentuknya cenderung membulat dengan dua bastion di depan dan satu di belakang yang mengundang interpretasi tersendiri, dan merupakan keunikan yang menjadi ciri khas Portugis. Bentuk bastion tidak seperti kebanyakan benteng kolonial lainnya yang umumnya berbentuk mata panah. Pada Benteng Tolucco bastion berbentuk bulat, pada dinding sebelah kiri setelah pintu masuk terdapat pahatan lambang yang hingga kini belum diketahui makna pahatan tersebut. Benteng ini mulai dipugar oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1996. Selesai dipugar diresmikan oleh Prof. DR. Ing Wardiman Djojoneogoro tahun 1997. Sejarah Singkat Benteng Tolucco semula dibangun oleh Francisco Serao (Portugis) pada tahun 1540, kemudian direnovasi oleh Pieter Boath (Belanda) pada tahun 1610. Benteng ini sering sebut Benteng Holandia atau Santo Lucas, terletak di bagian utara Kota Ternate. Tahun 1661 pemerintah Hindia Belanda mengizinkan Sultan Madarsyah untuk menempati benteng ini dengan kekuatan pasukan sebanyak 160 orang. Letak Benteng Tolucco di Kelurahan Dufa-dufa yang berjarak 2 km dari Kedaton Ternate. Letaknya yang berada di atas bukit batu karang yang terletak di ketinggian kemungkinan untuk memudahkan mengawasi kegiatan Sultan Ternate dan lalu lintas perdagangan di perairan Ternate. Beberapa catatan sejarah menyebutkan nama Tolukko adalah nama penguasa kesepuluh yang duduk di singgasana Ternate, yakni Kaicil Tolukko. Namun, karena sultan ini memerintah pada tahun 1692 maka tidak mungkin nama benteng ini diberikan mengikuti sultan tersebut. Tahun 1610 benteng Portugis tersebut diperbaiki oleh Pieter Boath, warga negara Belanda, dan dimaksudkan sebagai pertahanan terhadap bangsa Spanyol yang aktif sibuk menggempur Pulau Ternate. Jadi, tunggu apa lagi? Mari melancong sambil mempelajari napak tilas di Benteng Tolucco. (rif)





























