Risma Yakin Surabaya Aman dari Ancaman ISIS

Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjamin keselamatan warga negara Amerika Serikat yang tengah berada di Surabaya. Risma, sudah melakukan pengamanan sesuai standar yang telah ditetapkan yakni berkoordinasi dengan aparat keamanan hingga pada level kecamatan. "Saya terus kontrol laporan Linmas (Perlindungan Masyarakat) dari HT (handy talkie). Setiap sore, dari semua kecamatan lapor ke saya. Data warga negara Amerika di Surabaya sudah ada pada kita dan dalam pengamanan," ujar Risma di RS Bhayangkara, Surabaya, Jatim, Minggu (4/1/2015). Meski begitu, Risma yakin Surabaya aman dari ancaman ISIS seperti yang menjadi kekhawatiran pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat. "InsyaAllah aman. Pak kapolres (Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta) tanya ke kedubes, itu apa ada nggak, nggak ada apa-apa," kata Walikota. Menurut Risma bila ada beberapa orang yang berangkat ke Suriah melalui Bandara Juanda hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menstigma Surabaya sebagai kota yang memiliki potensi ancaman teroris. "Kan berangkatnya saja yang dari Surabaya. Tapi kan mereka tidak berasal dari Surabaya. Itu kan sudah terbukti bukan orang Surabaya," tandasnya. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia memberi peringatan kepada warganya terkait potensi ancaman di kota Surabaya. Peringatan itu terkait adanya dugaan pergerakan 514 warga negara Indonesia yang ikut berangkat ke Suriah dan Irak untuk berjuang bersama ISIS. Potensi ancaman bisa saja terjadi di beberapa fasilitas umum di Surabaya seperti di bank, hotel dan lain-lain. Untuk itu, Kedubes AS merekomendasikan ke warganya, baik yang ada di Surabaya atau yang hendak menuju Surabaya untuk meningkatkan kewaspadaan. (Has)





























