Prancis Siap Kirimkan Bantuan Cari Kotak Hitam AirAsia

Jakarta - Untuk membantu pemerintah Indonesia dalam pencarian kotak hitam pesawat AirAsia Q78501 yang diperkirakan jatuh di selat Karimata Kalimantan Tengah, ‎Biro penyidik kecelakaan Perancis (BEA), siap mengirimkan peralatan canggihnya yakni pesawat Airbus. "Pada Jumat pagi waktu setempat, kapal akan membawa para penyidik ke lokasi pencarian, bersama peralatan pencari termasuk hydrophones yang diperlukan untuk menentukan lokasi acoustic beacons dari kedua flight (data) recorder," ujar pernyataan BEA, yang diterima oleh wartawan, Kamis (1/1/2015). Dalam usaha pencarian itu, pemerintah Indonesia banyak dibantu oleh negara lain, seperti Malaysia, Amerika Serikat, Cina, Australia, dan juga kapal perang Jepang yang sudah standbay di Selat Malaka. Mereka akan membantu untuk mengevaluasi para korban, dan berusaha menemukan badan pesawat. Bebera hari yang lalu pencarian sempat tertunda, karena cuaca buruk. Diperkirakan butuh waktu sekitar sepekan untuk mencari dan menemukan kotak hitam pesawat yang jatuh pada Minggu (28/12/2014) yang kini berada di kedalaman 30-40 meter. Sementara Tim dari Badan SAR Nasional sudah berhasil menemukan beberapa benda dari kepingan pesawat, seperti tangga darurat, pelampung dan juga barang-barang milik penumpang pesawat AirAsia yakni berupa koper. (Abn)





























