Rizal Ramli Apresiasi Jokowi Turunkan Harga BBM

Rizal Ramli Apresiasi Jokowi Turunkan Harga BBM
Jakarta - Kebijakan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) yang  menurunkan harga BBM bersubsidi Premium yang tadinya dinaikkan Rp8500 per liter sekarang diturunkan menjadi Rp7600 per liter dinilai telah menjawab keinginan rakyat. Hal tersebut diapresiasikan oleh pengamat ekonomi, Rizal Ramli dalam akun twiternya @ramlirizal di Jakarta. "Penurunan Harga BBM Premium, saya ucapkan selamat kepada Presiden Jokowi, yang menyambut keinginan rakyat dan anjloknya harga minyak mentah di dunia  USD 55/barel, dengan menurunkan harga BBM Premium dari Rp8500 menjadi Rp 7600," ujar Rizal di Jakarta, Kamis (1/1/2015). Menurut Rizal, keputusan ini sudah tepat. Sebab, mengingat harga minyak saat ini sedang anjlok. Keputusan Jokowi yang dulu menaikkan harga BBM di awal pemerintahannya adalah langkah terburu-buru. "Kenaikan harga BBM Rp2000 yang lalu sangat 'kesusu' dengan argumen asal-asalan karena 'Pejabat Asal Jeplak' (PAJ) dan 'pokoke BBM naik'. Jokowi terlalu percaya dengan saran PAJ itu," ungkapnya. Rizal menjelaskan, sebenarnya dengan harga BBM subsidi Rp 7600 pemerintah sudah bisa mengambil untung Rp 200 hingga Rp 300. Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah pun diminta lebih memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran. "Golongan menengah bawah secara tidak langsung subsidi pemerintah dan infrastruktur. Seharusnya konsumen menengah atas, pertamax dan pertamax plus harus ikut membayar lebih mahal melalui pajak BBM," terangnya. Artinya, lanjut Rizal, beban ekonomi ditanggung bersama sesuai kemampuan, yang lebih mampu membayar lebih mahal. "Yang tidak mampu dilindungi atau membayar lebih sedikit," pungkasnya. (Pur)