Arti Natal di Gereja Katedral

Arti Natal di Gereja Katedral
Jakarta - Perayaan Hari Raya Natal di Gereja Katedral tahun ini diramaikan dengan hiasan dan ornamen ranting-ranting kering kering yang diikat menjadi satu Pohan Natal dan juga kandang Natal. Menurut pihak humas gereja, hiasan ini melambangkan kebersamaan umat Kristen Katolik sebagai keluarga besar yang saling mengasihi seperti tema Natal tahun ini Berjumpa dengan Allah dalam Keluarga. "Ranting dan pohon ini melambangkan satu bangunan keluarga yang kokoh. Mereka datang dari individu-indivudu yang kemudian menjadi satu keluarga kristiani yang sejati," ujar salah satu Humas Gereja Katedral, kepada Obsessionews, Kamis (25/12/2014). Pihak humas membuat ranting pohon itu  dari botol-botol bekas dan kain-kain bekas. Menurutnya barang-barang bekas ini juga memiliki arti agar tidak menambah kerusakan lingkungan yang terjadi. Disamping untuk menekankan kreatifitas sebagai anak bangsa, pemanfaatan barang bekas lebih efisien dan menghemat biaya. "Jadi ini juga mengajarkan kita untuk selalu kreatif, dan juga punya kepribadian untuk tidak bersikap boros," katanya. Yang pasti menurut pihak humas, arti Perayaan Natal tahun ini ingin mengharapkan Indonesia menjadi lebih baik. Cara itu bisa dimulai dari diri sendiri dan juga lingkup keluarga. Menurutnya, keluarga adalah benteng akhir dari karakter dan pendidikan anak bangsa.  "Harapan kami dimulai dari orang tua dan keluarga, bisa mengingatkan kembali akan kehadiran Allah melalui Yesus," tuturnya. Keluarga juga sepantasnya menjadi tempat dimana orang saling menguduskan dengan cara mendekatkan diri pada Tuhan dan saling mengasihi dengan cara penduli satu sama lain. Keluarga sepatutnya saling mengejar dengan cara berbagi pengetahuan pengalaman yang menyelamatkan serta saling menggembalakan dengan memberi teladan hidup yang baik, benar dan santun. (Abn)