BMKG: Waspadai Bencana Banjir dan Longsor di Januari dan Februari 2015

 BMKG: Waspadai Bencana Banjir dan Longsor di Januari dan Februari 2015
Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan 2014/2015 terjadi bulan Januari dan Februari 2015.Meski dibandingkan curah hujan pada puncak musim hujan Januari 2014 sedikit menurun, masyarakat tetap diminta waspada. Terutama ancaman bencana banjir dan longsor, seperti banjir besar yang sudah terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kepala BMKG Andi Eka Sakya mengatakan kewaspadaan tersebut terutama pada tren variabilitas musim hujan yang bisa berpotensi terjadinya bencana di suatu wilayah. "Di Januari, curah hujan tinggi di Jawa Tengah, sebagian Jawa Barat bagian selatan, Sumatera, Sulawesi. Di bulan Februari Sulawesi bagian selatan, Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat bagian barat curah hujan masih tinggi," katanya dalam jumpa pers di kantor BMKG, Jakarta, Selasa (23/12). Andi pun meminta diwaspadainya potensi banjir di dataran rendah dan longsor di daerah yang memiliki dataran tinggi. Dalam catatan BMKG, terjadi pergeseran awal musim dalam 30 tahun terakhir yakni periode 1980-2010 dan 1970-2000. Dalam dua periode itu ada pergeseran kecil dari jumlah hari hujan yang meningkat, total jumlah curah hujan meningkat dan meningkatnya hari hujan lebat. "Di setiap wilayah terjadi pergeseran, perubahan. Variabilitas hujan perlu dilihat setiap harinya," ucapnya. Terkait sistem peringatan dini longsor lanjut Andi, BMKG pun memberi informasi perihal puncak musim hujan yang menjadi indikasi terjadinya gerakan-gerakan tanah di wilayah longsor. Informasi daerah mana saja yang menghadapi puncak musim hujan perlu diberitahu. "Kemudian berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengukur gerakan tanah sehingga BNPB bisa mengindentifikasi letak wilayah yang rentan bencana longsor," paparnya.