Bertemu Jokowi, Nelayan Gorontalo Keluhkan Kurangnya Kuota BBM

Bertemu Jokowi, Nelayan Gorontalo Keluhkan Kurangnya Kuota BBM
Gorontalo - Masyarakat Nelayan yang tinggal di sekitar Pangkalan Pendaratan Ikan Tenda, Gorontalo berdialog dengan Presiden Jokowi saat presiden RI ke tujuh itu meninjau lokasi tersebut. Salah satu hal yang paling dikeluhkan para nelayan adalah kurangnya kuota bahan bakar minyak. "Tadi saya sudah bertanya waktu di kapal, yang disampaikan hanya satu yaitu BBM yang disini sering kekurangan," ungkap Jokowi usai berdialog dengan nelayan di atas sebuah kapal yang sedang berlabuh di Pangkalan, Sabtu (6/12/2014). Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie juga mengaku para nelayan di sini hanya diberikaan kuota 5000 kilo liter per bulan. Padahal pemakaian BBM untuk kapal nelayan melebihi jumlah tersebut. "Soal pengurangan subsidi BBM, bagi Pemerintah Gorontalo termasuk saya tidak ada masalah, yang mereka (nelayan) persoalkan kuota dari SPDN," kata Rusli saat mendampingi presiden. Para nelayan kata Rusli tidak bisa berbuat banyak selain hanya bisa beroperasi dengan keterbatasan BBM karena dalam aturannya nelayan tidak bisa membeli dari SPBU. "Mau beli ke SPBU itu harus berurusan dengan hukum karena tidak bisa," pungkasnya. Selain berdialog dengan nelayan, Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana juga meninjau suasana bongkaran ikan. Di atas kapal Jokowi menerima banyak aspirasi dari para nelayan. Jokowi juga menyanggupi permintaan nelayan untuk menyediakan kapal ukuran kecil yang bisa digunakan sebagai kendaraan operasional nelayan tradisional. "Masukan bagus, sudah kita catat semua nanti tahun depan. Nanti jumlahnya saya diinfokan lewat surat, saya tunggu," tutur presiden. Pangkalan Pendaratan Ikan merupakan tempat para nelayan mendaratkan ikan hasil tangkapannya. Kegiatan perikanan tangkap sudah berlangsung sebagai mata pencaharian masyarakat pesisir Kota Gorontalo. Layaknya daerah pesisir pada umumnya, masyarakat nelayan di Kota Gorontalo mengharapkan kegiatan perikanan yang terus berkembang dengan didukung oleh infrastruktur perikanan yang memadai. Kegiatan perikanan tangkap di Kota Gorontalo dilakukan oleh nelayan yang sebagian besar menggunakan perahu/kapal motor tempel, selain itu terdapat juga nelayan yang mengunakan perahu tanpa motor dan kapal motor. (Has)