Aksi Mahasiswa Depan Kampus UBK Dipukul Mundur Polisi

Aksi Mahasiswa Depan Kampus UBK Dipukul Mundur Polisi
Jakarta - Ratusan mahasiswa dari beberapa kampus di Jakarta yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di dekat kampus Universitas Bung Karno (UBK). Ada beberapa tuntutan yang dilakukan oleh aksi mahasiswa tersebut, salah satunya meminta kepada Pemerintahan Jokowi - JK untuk 'Turunkan Harga BBM, Lawan Represivitas Aparat!. Namun, aksi dari gabungan mahasiswa ini diwarnai dengan bentrok antara Mahasiswa dan aparat kepolisian yang sedang melakukan penjagaan. Polisi dengan berjumlah ratusan juga berhasil memukul mundur mahasiswa yang saat itu melakukan aksi blokir jalan Kimia, kawasan Megaria. Dengan mengeluarkan tembakan gas air mata, polisi berhasil membubarkan konsentrasi mahasiswa. Karena merasa dibubarkan, mahasiswa akhirnya melakukan aksi perlawanan dengan melakukan pelemparan kepada aparat kepolisian dengan batu. Dalam aksi tersebut terlihat beberapa mahasiswa diamankan oleh aparat kepolisian. Salah satu mahasiswa IISIP Jakarta,Tintus mengatakan, dalam aksi ini ada beberapa kawan-kawan kami yang diamankan oleh aparat kepolisian. "Mahasiswa yang diamankan. M Rizal (UI), Andreas Pinto (IISIP), Feri Ardianysah (Mercubuana), Rusli (UBK), Zeth(UP), Bayu Baskoro (UI), Heru (Mercubuana), Duha ramadhani (UI)," ujarnya kepada Obsessionnews.com di Kampus UBK, Jakarta, Rabu (3/12/2014). Hingga saat ini situasi dilokasi aksi masih disisir oleh aparat kepolisian. Bahkan mahasiswa pun terpaksa masuk ke dalam kampus, guna menghindari kejaran aparat kepolisian. Hingga saat ini belum diketahui berapa jumlah korban yang mengalami luka-luka. Untuk diketahui, tuntutan aksi para mahasiswa ini yakni perjuangan dan perlawanan melawan Rezim Penindas Rakyat, Rezim Pembohong Rakyat !!, Antek Neolibarlisme dan Imperialisme. Dalam seruan aksi solidaritas AMI - Aliansi Mahasiswa Indonesia Solidaritas untuk Muhammad Arif: Turunkan Harga BBM, Lawan Represivitas Aparat! (Pur)