Jokowi Bicara Tentang Reposisi Polri

Jokowi Bicara Tentang Reposisi Polri
Semarang - Presiden Jokowi memberi pengarahan kepada 31 kapolda dan 452 kapolres dari seluruh Indonesia dalam acara apel kepala satuan wilayah (kasatwil) di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/11/2014). Dalam kesempatan itu Jokowi minta jajaran Polri meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Meski dia mengkui di setiap daerah permasalahan yang di alami Polri berbeda-beda. "Secara makro saya sampaikan perlunya kita menaikan kewibawaan negara, kalau institusi di negara kita kuat kita bisa dipercaya masyarakat," ujar Jokowi. Pertemuan Jokowi itu dilakukan di tengah menguatnya wacana reposisi Polri di bawah sebuah Kementerian. Namun Jokowi mengaku tidak pernah pernah berpikir untuk melakukan perubahan tersebut. "Tidak ada (dibahas), karena saya sampai detik ini tidak berpikir ke arah situ," ucap Jokowi. Di tempat yang sama, Kapolri Jenderal Pol Sutarman mengatakan institusi kepolisian seharusnya bersifat independen karena bertugas menciptakan keamanan dan ketertiban nasional. "Polisi adalah aparatur penegak hukum yang semestinya independen," kata Sutarman. Sutarman melanjutkan posisi kepolisian saat ini adalah buah keputusan politik pascareformasi 1998. Sepanjang sejarah, kata dia, kepolisian sudah berkali-kali berganti payung koordinasi. "Pasca reformasi kita dipisahkan dari institusi TNI jadi itu bukan maunya polisi, bukan maunya siapa-siapa. Tapi itu keputusan politik yang dibuat saat itu hingga saat ini," tutur dia. (Has)