Awas, Ada Malware Canggih yang Mematai-matai Anda sejak 2008

Sebuah perusahaan keamanan komputer terbesar dunia, Symantec, mengumumkan baru saja menemukan sebuah malware canggih yang sudah memata-matai pengguna komputer sejak 2008. Piranti lunak supercanggih ini didesain untuk memantau aktivitas organisasi pemerintah, perusahaan, dan individu. Sekali terinstal pada komputer, Regin bisa melakukan banyak hal yang bersifat merusak, mulai dari sekadar capture screenshots, hingga mampu mencuriĀ password atau mencari dan mengembalikan file-file yang sudah dihapus permanen. Bahkan, bisa menembus jaringan operator seluler, untuk mengirim sms palsu yang mendiskreditkan pemilik nomor tertentu.
Regin adalah nama yang diberikan Symantec untuk malware jenis bug yang baru saja ditemukan beberapa hari lalu itu. Menurut Symantec, inilah malware tercanggih yang pernah ada. Buktinya, sudah merasuki ratusan jutaan komputer di berbagai negara dan kawasan sejak 2008, namun baru bisa terdeteksi. Komputer yang paling banyak jadi korban berada di Rusia, Arab Saudi, dan Irlandia. Symantec mengklaim, malware secanggih ini hanya bisa diciptakan oleh pemerintah tertentu dengan proses penciptaan memakan waktu tahunan. Menurut Sian John, security strategist di Symantec, sepertinya malware ini dibuat di negara Barat. Symantec mengaitkan malware ini dengan Stuxnet, malware berbentuk worm yang dikembangkan oleh Amerika Serikat dan Israel untuk menarget program nulir Iran. Jika Stuxnet bekerja untuk merusak sistem, maka Regin didesain untuk memata-matai aktivitas dan mencuri data-data penting di komputer.
Regin dirancang untuk bekerja dalam beberapa tingkatan, di mana setiap tahapan tidak terdeteksi dan dienkripsi dengan sangat rahasia. Di serangan tahap pertama, bug ini terlihat dan bisa didekripsi. Tapi justru di situlah letak kecanggihannya. Jika didekripsi, justru memicu efek domino dan semua tahapan akhirnya terjadi tanpa bisa dideteksi lagi. Hanya setelah semua tahapan selesai, analis komputer baru bisa membaca dan memahami ancamannya.
Dalam situs Symantec dijelaskan juga bahwa Regin menggunakan pendekatan modular dalam menyerang target. Pendekatran seperti ini ditemukan pada malware canggih lain, seperti Flamer dan Weevil (The Mask). Bedanya, Regin memadukannya dengan multi-stage loading architecture yang serupa dengan malware Duqu/Stuxnet. Data yang dikumpulkan Symantec menyebutkan bahwa serangan Regin sebagian besar terhadap komputer pribadi dan bisnis skala kecil. Sisanya, menarget entitas pemerintah, lembaga penelitian, perusahaan telekomunikasi, perhotelan, hingga industri energi dan penerbangan. Tabel lain menunjukkan negara-negara target. Jika menyerang operator telekomunikasi, maka bisa memberi akses untuk memanfaatkan insfratruktur jaringan telekomunikasi, termasuk menelepon atau mengirim pesan singkat. Artinya, sangat mungkin digunakan untuk mendiskreditkan pelanggan operator seluler dengan membuat sms palsu yang datanya terekam oleh sistem. Pul Sumber: Symantec
Regin adalah nama yang diberikan Symantec untuk malware jenis bug yang baru saja ditemukan beberapa hari lalu itu. Menurut Symantec, inilah malware tercanggih yang pernah ada. Buktinya, sudah merasuki ratusan jutaan komputer di berbagai negara dan kawasan sejak 2008, namun baru bisa terdeteksi. Komputer yang paling banyak jadi korban berada di Rusia, Arab Saudi, dan Irlandia. Symantec mengklaim, malware secanggih ini hanya bisa diciptakan oleh pemerintah tertentu dengan proses penciptaan memakan waktu tahunan. Menurut Sian John, security strategist di Symantec, sepertinya malware ini dibuat di negara Barat. Symantec mengaitkan malware ini dengan Stuxnet, malware berbentuk worm yang dikembangkan oleh Amerika Serikat dan Israel untuk menarget program nulir Iran. Jika Stuxnet bekerja untuk merusak sistem, maka Regin didesain untuk memata-matai aktivitas dan mencuri data-data penting di komputer.
Regin dirancang untuk bekerja dalam beberapa tingkatan, di mana setiap tahapan tidak terdeteksi dan dienkripsi dengan sangat rahasia. Di serangan tahap pertama, bug ini terlihat dan bisa didekripsi. Tapi justru di situlah letak kecanggihannya. Jika didekripsi, justru memicu efek domino dan semua tahapan akhirnya terjadi tanpa bisa dideteksi lagi. Hanya setelah semua tahapan selesai, analis komputer baru bisa membaca dan memahami ancamannya.
Dalam situs Symantec dijelaskan juga bahwa Regin menggunakan pendekatan modular dalam menyerang target. Pendekatran seperti ini ditemukan pada malware canggih lain, seperti Flamer dan Weevil (The Mask). Bedanya, Regin memadukannya dengan multi-stage loading architecture yang serupa dengan malware Duqu/Stuxnet. Data yang dikumpulkan Symantec menyebutkan bahwa serangan Regin sebagian besar terhadap komputer pribadi dan bisnis skala kecil. Sisanya, menarget entitas pemerintah, lembaga penelitian, perusahaan telekomunikasi, perhotelan, hingga industri energi dan penerbangan. Tabel lain menunjukkan negara-negara target. Jika menyerang operator telekomunikasi, maka bisa memberi akses untuk memanfaatkan insfratruktur jaringan telekomunikasi, termasuk menelepon atau mengirim pesan singkat. Artinya, sangat mungkin digunakan untuk mendiskreditkan pelanggan operator seluler dengan membuat sms palsu yang datanya terekam oleh sistem. Pul Sumber: Symantec




























