Pemerintah Tegaskan Anggaran Tiga 'Kartu Sakti' dari CSR

Pemerintah Tegaskan Anggaran Tiga 'Kartu Sakti' dari CSR
Makassar - Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menegaskan sumber anggaran tiga 'kartu sakti' yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) berasal dari bantuan corporate social responsibility sejumlah perusahaan BUMN. "Itu kan sudah jalan, tapi itu kan bantuan dari berbagai pihak. Itu CSR (corporate social responsibility) dari BUMN," ujar Pratikno saat mendampingi Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Sulsel, Rabu (5/11/2014). Pratikno menilai langkah DPR yang seolah mempersoalkan proses tender tiga kartu sakti itu salah sasaran. Karena sebetulnya kata dia pemerintah tidak satupun menggunakan uang negara melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). "Tidak masuk APBN. Nggak usah ribut-ribut dulu. Nggak usah ribut-ribut di sana dulu, kita fokus ini. Kuncinya kan banyak sekali," katanya. Untuk membantu masyarakat miskin dan kurang mampu maka pemerintah akan memanfaatkan semua sumber daya yang ada termasuk melalui program CSR perusahaan BUMN. "Intinya konsolidasi sumber daya. Banyak anggaran yang selama ini tidak fokus difokuskan. itu aja yang dibuat fokus. Tentu saja untuk ke depan yang terkait APBN," ucap Pratikno. Mantan Rektor UGM itu berharap kedepan program perlindungan sosial tersebut akan dibawah dikoordinasikan dengan baik oleh Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang dipimpin Puan Maharani. (Has)