Promo Irit BBM Berlebihan, Hyundai & Kia Didenda Rp 1,2 T

 Promo Irit BBM Berlebihan, Hyundai & Kia Didenda Rp 1,2 T
Washington DC - Produsen mobil asal Korea Selatan Hyundai dan Kia akan membayar penalti sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,2 triliun ke pemerintah Amerika Serikat. Denda itu untuk mengakhiri penyelidikan selama dua tahun tentang data efisiensi bahan bakar yang dinilai tak sesuai fakta. Hyundai dan Kia dinilai mempromosikan keiritan BBM yang dilebihkan-lebihkan dan ditempel pada 1,2 juta kendaraan yang dijual di AS. Penalti ini diumumkan oleh Departemen Kehakiman dan Badan Perlindungan Lingkungan AS atau EPA (Environmental Protection Agency) Senin (3/11) waktu setempat, berdasarkan peraturan baru soal emisi bahan bakar atau disebut Clean Air Act. Peraturan ini merupakan terobosan Presiden Barack Obama untuk memerangi pemanasan global dan meningkatkan efisiensi BBM kendaraan. Denda ini juga menjadi preseden bagi produsen lain yang melebih-lebihkan (overstate) data efisiensi BBM, yaitu mengatakan mobilnya lebih irit bahan bakar daripada yang sebenarnya. Jaksa Agung Eric Holder mengatakan penyelesaian kasus ini menggarisbawahi pentingnya para perusahaan untuk bersikap jujur dalam kepatuhan mereka terhadap standar emisi. Terkait emisi, disebutkan bahwa 1,2 juta mobil buatan dua perusahaan itu ternyata menghasilkan 4,75 juta metrik ton gas rumah kaca lebih banyak dari yang mereka klaim. Hyundai-Kia juga diharuskan mengaudit hasil tes model-model mobil keluaran sekarang, dan membentuk kelompok independen untuk mensertifikasi hasil tes, dengan biaya US$50 juta. Data yang dilebih-lebihkan bisa merugikan produsen lain, khususnya karena efisiensi BBM merupakan faktor utama “yang dipikirkan konsumen ketika mereka hendak membeli mobil,” kata pejabat EPA Gina McCarthy. "Akibatnya pasar berpihak kepada mereka yang tidak menerapkan aturan dan merugikan mereka yang mematuhi aturan. Ini bukan saja tidak adil namun juga ilegal," kata McCarthy dalam jumpa pers. Hyundai mengatakan akan membayar penalti US$56,8 juta dan Kia $43,2 juta untuk mengakhiri penyelidikan dan menutup kemungkinan proses hukum lebih lanjut (kbc)