Antisipasi Kenaikan Harga BBM, Jokowi Luncurkan Tiga 'Kartu Sakti'

Jakarta - Dalam waktu dekat pemerintah akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintah menyadari kebijakan tersebut akan memberikan dampak bagi masyarakat, akan tetapi demi menyelamatkan keuangan negara maka tidak ada pilihan lain selain menaikan harga BBM. Meski begitu, berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi dampak terhadap masyarakat kalangan bawah. Diantaranya, dengan meluncurkan Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar. Presiden Jokowi mengatakan peluncuran tiga 'kartu sakti' itu merupakan upaya dalam menjaga daya beli masyarakat. Ia hanya menegaskan bahwa rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi bertujuan meningkatkan kesejahteraan. "Ya, menjaga daya beli, dan yang jelas untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan," ujar Jokowi saat peluncuran kartu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta, Senin (3/11/2014). Selain menyiapkan 'kartu sakti', ada pula program yang masih merupakan usulan yakni dengan pemberian kompensasi bagi mereka yang terkena PHK akibat harga BBM naik, maupun pengangguran, berupa training dan latihan kerja untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing pekerja. Namun rencana ini belum pasti diputuskan, karena masih sebatas rencana dari pemerintah. "Karena pemerintah tidak mau grasak-grusuk. Kita ingin dampak negatifnya sekecil mungkin. Antisipasi ke masalahnya sesiap mungkin," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago. (Has)





























