Batal Jadi Menteri, Pram-Eva-Ara Ditugasi Kawal Partai

Batal Jadi Menteri, Pram-Eva-Ara Ditugasi Kawal Partai
Jakarta - Politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Pramono Anung mengaku tidak terlalu mempermasalahkan dirinya tidak jadi dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk menduduki kursi menteri dalam kabinet kerjanya. Mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2014 itu mengaku, sudah mendapatkan tugas lain dari Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri. Yakni ia diminta untuk kembali fokus mengawal partainya di DPR bersama kader PDI-P yang lain. "Saya secara pribadi tidak terlalu mempersoalkan itu, karena semuanya keputusan partai. Saat ini saya diberi amanat untuk kembali mengawal DPR," ujar Pram kepada Obsessio News, Rabu (29/10/2014). Selain Pram ada juga juga kader PDI-P lain yang digadang-gadang akan menduduki kursi Menteri, seperti Eva Sundari dan juga Ketua DPP PDI-P Maruarar Sirait. Berbeda dengan Pram, Eva mengaku kecewa karena harapan untuk dipilih menjadi pembantunya Jokowi gagal. Menurut Eva, Megawati tidak menghendaki jika dirinya diangkat menjadi menteri. Eva diminta oleh Ketua Umum PDI-P itu, untuk lebih fokus mengurusi internal partai. "Kata mas Pram, saya juga dapat tugas lain dari Bu Mega untuk mengurusi partai," ujar Eva. Sementara Maruarar Sirait (Ara) juga diminta oleh Megawati untuk membantu Pramono di Parlemen. Sebelumnya Ara dikabarkan akan menduduki kursi Menteri Komunikasi Informatika. Pramono dicalonkan menjadi Menteri ESDM, sedangkan Eva Sundari dicalonkan menjadi Menteri Sosial. Politisi PDI-P Trimedya Panjaitan juga pernah mengatakan,‎ meski ketiga orang tersebut gagal menjadi menteri, kemungkinan mereka akan menggantikan posisi Puan Maharani sebagai Ketua Fraksi PDI-P di DPR, dan Tjahjo Kumolo sebagai Sekjen PDI-P. Pasalnya, sesuai perintah presiden menteri harus mau melepaskan jabatan di struktur partai. "Bisa saja menggantikan Mbak Puan sebagai Ketua Fraksi karena Mas Pram ini kan kader senior," kata Trimedya. (Abn)