Jokowi Dilantik, Rupiah Langsung Kuat

Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini ditutup terapresiasi sejalan dengan makin menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan awal pekan ini. Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp12.032 per USD. Posisi tersebut terapresiasi 56 poin dibanding penutupan Jumat (17/10/2014) di level Rp12.110 per USD. Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.088 per USD. Adapun posisi rupiah terkaut di level Rp12.003, dan terlemah pada level Rp12.088 per USD. Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.043 per USD, dengan kisaran harian Rp12.003-Rp12.155 per USD. Posisi ini menguat 68 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp12.111 per USD. Data dari Limas menunjukkan rupiah sore ini berada di level Rp12.048 per USD. Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.041 per USD. Posisi ini menguat tajam 181 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.222 per USD. Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, berlanjutnya apresiasi rupiah terhadap USD hari ini terimbas dilaksanakannya pelantikan presiden periode 2014-2019, Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). "Hal ini juga di tengah membaiknya risk appetite global pasca dirilisnya data perumahan Amerika Serikat (AS) di akhir pekan kemarin," kata dia, Senin (20/10/2014). Sementara IHSG sore ini ditutup melanjutkan reli didukung aksi beli asing dan seiring menguatnya bursa Asia. reli didukung aksi beli. IHSG menguat 11,59 poin atau 0,23% ke level 5.040,53. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,40 triliun dengan 5,33 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp744,30 miliar. Tercatat 192 saham naik, 127 saham melemah dan 82 saham stagnan.





























