Dengan Al Fatihah, SBY Tinggalkan Istana

Jakarta - Beberapa menit sebelum meninggalkan Istana Negara, Senin (20/10) pagi, Presiden SBY menyempatkan diri untuk mengajak para pejabat dan staf di lingkungan Istana Kepresidenan RI membaca surah Al Fatihah bagi yang beragama Islam dan doa masing-masing agama bagi yang beragama lain. Saat itu adalah detik-detik terakhir SBY menuntaskan tugasnya sebagai Presiden RI setelah sukses membawa Indonesia selama 2 periode. Ajakan doa bersama itu disampaikan SBY ketika menerima salam perpisahan dari para pejabat dan staf di lingkungan Istana Kepresidenan. Dalam pesannya, SBY yang didampingi Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono meminta kepada seluruh pejabat dan staf untuk tetap bekerja dengan baik dan mendukung pemerintahan yang baru untuk kesejahteraan rakyat. Suasana mengharukan sudah terlihat saat SBY dan Ibu Negara keluar dari Istana Merdeka dan masuk ke mobil golf berdua. SBY menyetir sendiri dan Bu Ani duduk di sebelahnya. Sambil berjalan sangat pelan, SBY menerima ucapan salam dari para pejabat dan staf yang berjejer dari Istana Merdeka hingga Istana Negara. Memasuki Isana Negara, ratusan pejabat dan staf mengikuti hingga ruang tengah tempat dimana SBY kemudian memberikan wejangan dan salam perpisahan serta doa bersama. Hingga kemudian SBY dan Ibu Negara berjalan menyusuri Istana kemudian memasuki mobil dinas menuju komplek parlemen mengikuti pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019. (Rud)





























