ICW Minta SBY Tanggung Jawab Hasil Pansel Capim KPK

ICW Minta SBY Tanggung Jawab Hasil Pansel Capim KPK
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merespon cepat seleksi calon pimpinan KPK, sebab tinggal lima hari lagi SBY akan meninggalkan Jabatannya. Pansel telah menetapkan dua nama berdasarkan hasil seleksi. Pansel sedianya menyerahkan dua nama tersebut kepada Presiden SBY pada 13 Oktober lalu. Namun, rencana itu batal karena padatnya acara presiden. Wakil Koordinator Badan Pekerja ICW Agus Sunaryanto mengatakan padatnya agenda Presiden mestinyaa tidak menjadi alasan. SBY sedianya tidak melepas tanggung jawabnya untuk segera menyelesaikan proses seleksi capim KPK dalam sisa masa tugasnya. "Sisa masa jabatan yang hanya tinggal hitungan hari tersebut seharusnya menjadi pertimbangan Presiden SBY untuk merespons cepat hasil seleksi Pansel Capim KPK," ujar Agus melalui siaran persnya, Rabu (15/10/2014). Agus curiga langkah Presiden yang belum juga menerima dua nama capim KPK dari Pansel ini karena pilihan Pansel tidak sesuai dengan keinginan Presiden sehingga ada upaya untuk mengulur-ulur waktu. Ia menilai langkah Presiden ini memperlihatkan sikapnya yang tidak konsisten. Di satu sisi, Presiden membentuk Pansel Capim KPK agar tidak terjadi kekosongan kursi pimpinan KPK, namun kini Presiden seolah mengulur-ulur waktu proses seleksi capim KPK pengganti Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas. Padahal masa jabatan Busyro akan berakhir pada Desember mendatang. "Apa yang dilakukan Presiden SBY akan melahirkan risiko yang cukup serius. Dengan berakhirnya masa jabatan Busyro Muqoddas 17 Desember 2014 nanti berarti waktu yang tersisa dipastikan sangat pendek atau sekitar dua bulan bagi pemerintah dan DPR untuk segera menetapkan satu nama pimpinan KPK pengganti," tutur Agus. (Has)