Awas! Garuda akan Menjadi Merpati

Awas! Garuda akan Menjadi Merpati
Jakarta - Akibat doyan utang serta gaji besar untuk para pejabat lingkungan PT Garuda Indonesia, maskapai penerbangan pelat merah tersebut terancam bangkrut. Utang ugal-ugalan yang dilakukaan Garuda memang telah menjadikan perusahaan ini tampil mentereng. “Inilah akibat prestasi diukir di atas utang,” ungkap Pengamat ekonomi yang juga Peneliti The Indonesia for Global Justice (IGJ) Salamuddin Daeng kepada Obsession News, di Jakarta, Rabu (30/4/2014). Pada satu sisi perusahaan terus mengalami kerugian yang besar. Pada kuartal III 2013, Garuda mencatat rugi bersih sebesar US$ 22,3 juta. Tahun 2014, mencatat kerugian US$ 163,9 juta atau setara Rp 1,89 triliun (kurs: Rp 11.561/US$). Pada kuartal I 2014, kerugian perseroan meningkat dari sebelumnya US$ 33,7 juta pada kuartal I 2013. Hingga Semester I 2014 perusahaan ini terus mengalami kerugian, maskapai plat merah ini telah menelan kerugian sebesar Rp 2,4 triliun. “Ampun!” ucap Salamuddin. Menurutnya, kerugian yang dialami Garuda secara dominan diakibatkan terdepresiasinya kurs rupiah oleh dolar AS. “Kondisi ini telah meningkatakan pengeluaran Garuda dalam melunasi semua kewajibannya,” ungkap Pengamat ekonomi IGJ. “Sementara pada sisi lain PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terus memburu utang. Pada akhir tahun 2013 utang perusahaan mencapai USD1,84 miliar, atau setara Rp21,6 triliun (kurs Rp11.725 per USD). Sebagai perbandingan, akhir tahun 2012, total utang perusahaan sebesar USD1,4 miliar,” tambahnya. Hingga semester I 2014, lanjut dia, utang perusahaan kian melejut. Mengutip laporan keuangan perseroan, perseroan mencatatkan utang jangka pendek menjadi US$ 901,44 juta pada 30 Juni 2014. Sementara itu, utang jangka panjang sebesar US$ 1,14 miliar. “Garuda telah dikuasai modal asing melalui pasar keuangan. Jika nilai tukar rupiah terhadap USD terus merosot maka Garuda sudah pasti tidak terselamatkan,” bebernya. Ia pun menuturkan, satu satunya cara yang dapat dilakukan pemerintah Jokowi menjadikan Garuda seperti Merpati yang terus menerus disubsidi. “Garuda jangan dijual ke asing ya pak Jokowi!” serunya. (Ars)