Kekuatan Jokowi Melawan Parlemen Adalah Media Massa

Kekuatan Jokowi Melawan Parlemen Adalah Media Massa
Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens mengatakan, media massa merupakan kekuatan utama Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dalam menjalankan pemerintahan di tengah dominasi partai politik oposisi di parlemen. "Kekuatan utama Jokowi adalah media massa. Kemudian ruang publik yang terbuka," ujar Boni Hargens dalam diskusi publik Konsolidasi Nasional Dalam Rangka Mengawal Trisakti dan Nawacita Menuju Indonesia Yang Adil, Sejahtera dan Beradab Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, di Grand Sahid, Jakarta, Selasa (14/10/2014). Boni menjelaskan, kekuatan Jokowi pada media massa ialah di mana ketika Jokowi mendapat tekanan dari parlemen, maka media massa dapat menyampaikan faktanya ke publik. Sehingga, publik dapat menekan balik pemerintah parlemen. "Apabila Jokowi ditekan parlemen, maka publik bisa menilai langsung dan dapat menekan balik parlemen," papar Koordinator Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) ini. Boni menilai, kekuatan utama itu bersanding dengan kekuatan lain Jokowi seperti figur fleksibel yang membuatnya populis dan mendapatkan dukungan nyata dari rakyat, serta adanya partai pendukung yang ideologis serta solid seperti PDIP dan Nasdem. Namun demikian, Jokowi bersama kubunya juga memiliki kelemahan seperti euforia kemenangan yang tidak dijaga dengan baik, mafia yang menyusup ke dalam jajaran kubu Jokowi, serta fakta adanya media partisan yang membela kubu partai oposisi. "Ada perilaku 'over confidence' sehingga lupa diperlukannya lobi-lobi politik di parlemen, akhirnya kalah dalam UU MD3 dan UU Pilkada, termasuk adanya media pendukung partai oposisi. Semoga mimpi buruk tidak terjadi," ujar dia. Selain itu adanya jurang antara realitas politik yang tidak ideal dengan visi-misi Jokowi yang ideal, sehingga menciptakan kerumitan politik. "Contohnya rencana kenaikan harga BBM, ini bisa menjadi komoditas politik partai oposisi," tandas Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini. (Pur)